JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Singapore Airlines (SIA) melaporkan kerugian bersih pertamanya sejak kuartal IV tahun fiskal 2021/2022. Maskapai penerbangan nasional Singapura itu membukukan rugi bersih S$76 juta (sekitar $58,79 juta) untuk periode tiga bulan yang berakhir 30 Juni 2026. Ini terjadi di tengah lonjakan harga jet fuel dan kenaikan biaya operasional.
Meskipun demikian, SIA tetap agresif berekspansi dengan membuka rute baru ke Riyadh, Arab Saudi, dan Hangzhou, China, serta menambah frekuensi penerbangan ke sejumlah destinasi Eropa. Keputusan ini menarik perhatian mengingat kondisi keuangan yang sedang menghadapi tantangan.
Harga Jet Fuel Melonjak, Operasional Bengkak
Kerugian S$76 juta yang dicatat SIA pada kuartal I 2026 disebabkan oleh beberapa faktor utama. Lonjakan harga jet fuel menjadi penyebab paling signifikan, dengan pengeluaran mencapai S$2,25 miliar, naik 78,5% secara tahunan. Kenaikan drastis ini dipicu oleh konflik di Timur Tengah, khususnya perang AS-Israel di Iran yang pecah pada akhir Februari 2026.
Selain itu, kerugian dari investasi SIA sebesar 25,1% di Air India juga menambah beban S$42 juta. Biaya operasional secara keseluruhan melonjak 27,9% menjadi S$5,61 miliar. Ironisnya, kondisi ini terjadi di tengah pencapaian rekor pendapatan S$5,71 miliar, yang naik 19,3% dari tahun sebelumnya. SIA dan Scoot, anak perusahaannya, berhasil mengangkut 10,9 juta penumpang, juga merupakan rekor tertinggi.
Konflik Timur Tengah dan Dampaknya
Dampak konflik di Timur Tengah tidak hanya terasa pada harga bahan bakar. SIA harus menangguhkan penerbangan ke Dubai hingga 31 Mei 2026 dan mengganti armada Airbus A380 dengan Boeing 777-300ER untuk rute tersebut. Meskipun maskapai lain seperti Cathay Pacific dan Qantas mengurangi frekuensi penerbangan, SIA justru berencana menambah kapasitas secara keseluruhan.
Kondisi ini menempatkan SIA dalam posisi sulit: harus menjaga daya saing dan memenuhi permintaan yang masih kuat, namun dihadapkan pada biaya operasional yang membengkak akibat gejolak geopolitik.
Ekspansi Rute Baru yang Agresif di Tahun 2026
Di tengah kondisi rugi, SIA menunjukkan strategi ekspansi yang berani. Maskapai ini meluncurkan beberapa rute baru dan meningkatkan kapasitas penerbangan ke destinasi kunci:
- Riyadh, Arab Saudi: Mulai 2 Juni 2026, SIA akan terbang 4 kali seminggu (Selasa, Kamis, Sabtu, Minggu) menggunakan pesawat Airbus A350-900MH.
- Hangzhou, China: Destinasi ke-9 SIA di China ini akan dilayani setiap hari mulai 1 Juni 2026, menggunakan Airbus A350-900 dengan kapasitas 303 kursi (40 Business Class, 263 Economy Class).

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.