Sabtu, 1 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Di Hadapan Kader PPP se-Jatim, Mardiono Tegaskan Perjuangan untuk Kepentingan Rakyat

Di Hadapan Kader PPP se-Jatim, Mardiono Tegaskan Perjuangan untuk Kepentingan
Di Hadapan Kader PPP se-Jatim, Mardiono Tegaskan Perjuangan untuk Kepentingan

Panggung politik di Malang mendadak riuh oleh kehadiran ribuan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Sabtu (1/8/2026).

Di sana, Ketua Umum PPP, Muhamad Mardiono, mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh pimpinan dan anggota fraksi PPP DPRD tingkat provinsi maupun kabupaten/kota se-Jawa Timur.

Ia menuntut para wakil rakyat dari partai berlambang Ka’bah tersebut untuk tidak sekali-kali membelakangi kepentingan publik dalam setiap kebijakan yang mereka ambil.

Mardiono memandang fungsi legislatif bukan sekadar kursi empuk. Baginya, mandat rakyat adalah pertanggungjawaban berat. Ia meminta para anggota dewan tidak sekadar duduk, diam, lalu pulang. Fungsi pengawasan atau kontrol terhadap jalannya pemerintahan daerah harus benar-benar terasa dampaknya bagi masyarakat akar rumput.

Memperkuat Fungsi Kontrol di Daerah

Kritik tajam sempat terlontar saat ia menyinggung pentingnya optimalisasi peran dewan. Mardiono menekankan kehadiran anggota fraksi PPP di parlemen harus menjadi benteng pelindung bagi warga. Jangan sampai kebijakan daerah justru melenceng dari apa yang dibutuhkan masyarakat saat ini.

“Kehadiran anggota Fraksi PPP harus memberikan perlindungan kepada rakyat. Fungsi kontrol yang dimiliki DPRD harus dijalankan secara optimal dan sejalan dengan kebutuhan masyarakat serta kondisi yang sedang dihadapi daerah,” tegasnya di hadapan para kader.

Baginya, setiap rupiah yang dikeluarkan dalam anggaran daerah wajib berorientasi pada kesejahteraan rakyat, bukan untuk kepentingan golongan tertentu.

Suasana Bimtek di Malang itu sendiri berlangsung serius. Ratusan anggota dewan dari berbagai wilayah di Jawa Timur tampak menyimak arahan tersebut. Mereka sedang ditempa untuk lebih tangkas merespons dinamika yang ada di lapangan, terutama saat menghadapi isu-isu sensitif di daerah pemilihan masing-masing.

Waspada Ancaman El Niño

Tidak hanya bicara soal politik praktis, Mardiono juga membedah ancaman nyata yang sudah di depan mata. Ia secara khusus menyoroti fenomena El Niño yang berpotensi memukul sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di banyak wilayah Indonesia. Ini bukan sekadar isu lingkungan, melainkan ancaman bagi ketahanan pangan nasional.

Ia mendorong para anggota dewan yang hadir untuk segera melakukan pemetaan masalah di daerahnya masing-masing. Kader PPP diminta tidak menunggu bencana terjadi. Langkah antisipasi lewat produk hukum daerah dan kebijakan anggaran yang taktis menjadi harga mati.

“Negara berpotensi menghadapi ancaman musim El Niño yang dapat berdampak pada ketersediaan air dan bahan baku pangan,” paparnya mengingatkan para kader soal urgensi ini.

Peran DPRD, menurut Mardiono, menjadi garda terdepan untuk memastikan pemerintah daerah siap siaga. Regulasi yang lahir dari ruang-ruang rapat dewan harus memiliki sensitivitas tinggi terhadap kondisi krisis. Ia meminta setiap fraksi PPP untuk memastikan adanya program-program konkret yang mampu menahan dampak kekeringan bagi petani dan masyarakat umum.

Konsolidasi Menuju Aksi Nyata

Bimtek ini bukan hanya ajang seremonial tahunan. Di balik forum ini, PPP mencoba mengorkestrasi kekuatan mereka di tingkat lokal. Dengan koordinasi yang lebih solid antar-fraksi, partai berharap setiap kebijakan yang mereka usulkan di daerah memiliki napas perjuangan yang sama. Keselarasan antara pusat dan daerah menjadi kunci utama.

Mardiono berharap kegiatan ini mampu membekali para kader dengan strategi matang. Anggota dewan yang responsif adalah modal bagi PPP untuk menjaga kepercayaan publik. Di tengah beragam tantangan ekonomi dan cuaca yang tidak menentu, keberpihakan pada rakyat adalah instrumen paling efektif untuk membuktikan eksistensi partai.

Seusai acara, para peserta tampak bergegas untuk kembali ke daerahnya masing-masing dengan membawa daftar tugas baru. Tantangan menghadapi El Niño dan tuntutan untuk memperkuat fungsi pengawasan kini menjadi beban yang harus mereka terjemahkan ke dalam tindakan nyata di kursi DPRD setempat.

Mardiono sendiri telah memberi sinyal, ia akan memantau kinerja para kadernya secara berkala di masa mendatang.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda