WILMINGTON — Gugatan anak di bawah umur kembali menghantam Meta, TikTok, Snapchat, dan YouTube setelah empat keluarga dari Texas, North Carolina, Minnesota, dan Tennessee mengajukan perkara di Superior Court of Delaware pada Kamis. Mereka menuduh platform-platform itu memicu “years of escalating harms” sebelum empat remaja yang mereka wakili meninggal karena bunuh diri.
Kasus ini menyasar perusahaan besar yang selama bertahun-tahun menguasai cara remaja menghabiskan waktu di layar ponsel. Dalam pengaduan itu, keluarga menyebut para anak mengalami kecanduan media sosial, kurang tidur berat, depresi, kecemasan, dan suicidal ideation setelah menggunakan platform tersebut selama bertahun-tahun.
Gugatan anak di bawah umur kembali tekan raksasa media sosial
Gugatan tersebut diajukan oleh Social Media Victims Law Center. Pengacara pendirinya, Matthew Bergman, mengatakan kasus ini terasa “particularly salient” karena para remaja itu meninggal “long after” gugatan serupa sudah lebih dulu diajukan.
Ia juga berkata, “These platforms continue to kill kids, despite the platitudes of their executives,” seraya menyebut situasi ini sebagai “a clear and present danger to the health and safety of children, not just in the United States but around the world.”
Empat remaja yang disebut dalam perkara itu adalah Livi Castro, 13 tahun; Riv Kelleher, 14 tahun; Nathaniel Chambers, 17 tahun; dan Dawson Holden, 18 tahun. Dalam pengaduan, keluarga menuduh perusahaan-perusahaan itu tahu bahwa produk mereka membahayakan pengguna muda, tetapi tetap membiarkan risiko itu berjalan.
Pihak Google, pemilik YouTube, mengatakan dalam pernyataan tertulis bahwa menyediakan pengalaman yang lebih aman dan lebih sehat bagi anak muda selalu menjadi inti kerja mereka.
Google juga menyebut telah bekerja sama dengan pakar kesehatan mental dan parenting, membangun layanan serta kebijakan untuk pengalaman yang sesuai usia, serta memberi kontrol yang kuat bagi orang tua. Perusahaan itu menyampaikan belasungkawa dan mengatakan sedang meninjau klaim dalam gugatan.
Meta, TikTok, dan Snap belum segera merespons permintaan komentar saat artikel ini disiapkan, menurut laporan Associated Press.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.