WASHINGTON — penahanan imigran wajib kembali dipukul pengadilan banding Amerika Serikat pada Kamis, ketika Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 menolak kebijakan pemerintahan Trump yang menahan sebagian besar imigran tanpa jaminan saat mereka melawan deportasi.
Putusan itu mengikuti langkah Sirkuit ke-7 dan membuat kebijakan yang dipakai Departemen Keamanan Dalam Negeri AS itu makin terhimpit. Dampaknya besar: ribuan imigran yang selama ini ditahan federal kini berhak meminta sidang jaminan, kecuali mereka ditangkap saat melintasi perbatasan atau tak lama sesudahnya.
Jalur ke Mahkamah Agung AS makin terbuka
Kedua putusan ini datang lebih dari setahun setelah Departemen Keamanan Dalam Negeri memerintahkan “mandatory detention” untuk semua imigran yang ditangkap agennya. Sebelumnya, kebijakan semacam itu hanya berlaku bagi mereka yang tertangkap di perbatasan.
Perubahan itu memicu kekacauan di pengadilan federal. Begitu kebijakan baru diterapkan, ribuan imigran mulai menggugat untuk memperoleh sidang jaminan yang sebelumnya berlangsung otomatis. Pengadilan-pengadilan distrik di California kebanjiran petisi darurat habeas corpus, langkah hukum yang jarang dipakai di luar banding terpidana mati.
“Versions of this case have played out in federal courts across the country,” tulis Hakim Daniel A. Bress untuk Sirkuit ke-9 pada Kamis. “The vast majority of the district courts to confront the issue have concluded that [mandatory detention] is limited to the border.”
Di titik ini, peta putusan makin berat bagi pemerintah. Menurut bahan The L.A. Times, per Kamis, dua sirkuit mendukung posisi pemerintah dan enam menentangnya. Artinya, pertarungan hukum ini hampir pasti berlanjut ke Mahkamah Agung AS.
Pengadilan bawah ikut terseret
Di California, sengketa itu sudah merembet ke tingkat pengadilan distrik. Ketua Hakim Distrik Timur California, Troy Nunley, bahkan mengambil langkah langka dengan menjatuhkan sanksi kepada seorang pengacara pemerintah karena gagal memberi tahu pengadilan apakah seorang pria yang sudah ia perintahkan untuk dibebaskan benar-benar telah bebas.
Langkah hukum yang dulu lazim dipakai oleh narapidana hukuman mati dan tersangka terorisme kini menjadi jalan utama bagi para tahanan imigran. Mereka membanjiri pengadilan federal di California dengan ribuan petisi untuk kebebasan.
Sanksi itu kemudian dialihkan dari pengacara ke kantor jaksa AS. Tapi Nunley tetap memberi peringatan keras. Ia mengatakan akan menjatuhkan sanksi tambahan jika tak melihat bukti bahwa para imigran sudah dibebaskan sesuai perintah pengadilan.
“A pattern of unchecked and unaddressed mistakes in complying with court orders will be viewed as a deliberate and strategic choice,” tulisnya.
Kalimat itu menekan inti masalahnya. Bukan cuma soal tafsir hukum, tapi juga soal kepatuhan pemerintah pada perintah pengadilan. Jika dokumen, laporan penahanan, atau status pembebasan tak jelas, beban itu jatuh ke sistem pengadilan yang sudah padat.
Taruhannya bukan kecil
Bagi imigran yang sedang menghadapi proses deportasi, putusan ini menentukan apakah mereka menunggu perkara sambil tetap ditahan atau mendapat kesempatan memohon pembebasan dengan jaminan. Bagi pemerintah, kekalahan beruntun di tingkat banding berarti strategi penahanan massal mereka makin sulit dipertahankan.
Hakim Diane S. Sykes dari Sirkuit ke-7 menulis dalam dissent bahwa hanya Mahkamah Agung yang bisa memberi keseragaman dan menyelesaikan perkara ini sekali untuk selamanya. “At this point, only the Supreme Court can bring uniformity and settle this question once and for all. I anticipate that it will do so soon,” tulisnya.
Hakim Joshua P. Kolar, mewakili mayoritas, ikut menyebut harapan agar Mahkamah Agung segera turun tangan. “We share the dissent’s hope that the Supreme Court will settle this matter,” katanya.
Dengan dua sirkuit sudah menolak dan enam lainnya berseberangan dengan pemerintah, fokus berikutnya bergeser ke Washington. Jika Mahkamah Agung menerima perkara ini, keputusan finalnya bisa menentukan nasib penahanan imigran wajib di banyak yurisdiksi yang membentang di sepanjang perbatasan selatan AS.
Dan di ruang sidang federal, antrean petisi tampaknya belum akan surut dalam waktu dekat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.