JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Pemerintah resmi menahan tarif listrik PT PLN (Persero) untuk periode Triwulan III 2026, yang meliputi bulan Agustus hingga September. Artinya, tidak ada kenaikan tarif dasar listrik bagi seluruh golongan pelanggan, baik subsidi maupun nonsubsidi.
Keputusan ini diambil oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dengan pertimbangan utama untuk menjaga daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi nasional. Dengan demikian, tarif yang berlaku sejak Juli 2026 akan terus diterapkan hingga akhir September mendatang.
Daftar Tarif Listrik PLN Nonsubsidi Triwulan III 2026
Penahanan tarif ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan nonsubsidi. Berikut adalah rincian tarif per kilowatt-hour (kWh) yang akan tetap berlaku:
| Golongan | Daya | Tarif per kWh |
|---|---|---|
| R-1/TR | 900 VA RTM | Rp 1.352 |
| R-1/TR | 1.300 VA | Rp 1.444,70 |
| R-1/TR | 2.200 VA | Rp 1.444,70 |
| R-2/TR | 3.500 – 5.500 VA | Rp 1.699,53 |
| R-3/TR, TM | ≥ 6.600 VA | Rp 1.699,53 |
| B-2/TR | Bisnis 6.600 – 200 kVA | Rp 1.444,70 |
| B-3/TM, TT | Bisnis > 200 kVA | Rp 1.122 |
| I-3/TM | Industri > 200 kVA | Rp 1.122 |
| I-4/TT | Industri ≥ 30.000 kVA | Rp 997 |
| P-3/TR | Penerangan Jalan Umum | Rp 1.699,53 |
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa pasokan listrik akan tetap andal meskipun tarif ditahan. Ini menunjukkan komitmen PLN untuk melayani kebutuhan listrik masyarakat dan sektor industri tanpa kendala.
Tarif Listrik Subsidi Juga Tidak Berubah
Selain pelanggan nonsubsidi, 24 golongan pelanggan bersubsidi juga tidak akan mengalami kenaikan tarif. Ini mencakup rumah tangga dan layanan sosial dengan daya rendah. Tarif untuk golongan tersebut adalah sebagai berikut:
- Rumah Tangga Subsidi:
- R-1/TR 450 VA: Rp 415/kWh
- R-1/TR 900 VA: Rp 605/kWh
- Layanan Sosial:
- S-1/TR 450 VA: Rp 325/kWh
- S-1/TR 900 VA: Rp 455/kWh
Contoh Perhitungan: Berapa kWh Didapat dengan Token Rp100.000?
Jumlah kilowatt-hour (kWh) yang didapatkan saat membeli token listrik prabayar akan bervariasi tergantung pada golongan tarif dan besaran Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di daerah masing-masing. Rumusnya adalah (Nominal Pembelian – PPJ) dibagi Tarif per kWh.
Sebagai contoh, untuk PPJ di Jakarta yang berkisar 2,4% hingga 4%, berikut simulasi pembelian token Rp100.000:
- Pelanggan 900 VA: (Rp100.000 – Rp2.400) : Rp1.352 = 72,19 kWh
- Pelanggan 1.300 – 2.200 VA: (Rp100.000 – Rp2.400) : Rp1.444,70 = 67,56 kWh
- Pelanggan 3.500 – 5.500 VA: (Rp100.000 – Rp3.000) : Rp1.699,53 = 57,07 kWh

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.