Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Anggota DPR: 233 desa di Kalteng belum nikmati listrik

Desa terpencil di Kalimantan Tengah yang belum memiliki akses listrik, dikelilingi hutan dan sungai
Ribuan rumah tangga di desa-desa Kalimantan Tengah masih mengandalkan cahaya alami dan sumber energi alternatif karena belum terjangkau jaringan listrik nasional. (Ilustrasi: AI)

Inovasi Jaringan Bawah Sungai

Salah satu terobosan teknis yang ia usulkan adalah penggunaan teknologi kabel bawah sungai. Cara ini dianggap lebih efektif untuk menyambungkan listrik ke desa-desa yang letaknya terpisahkan oleh aliran sungai besar, ketimbang harus memutar jauh melintasi medan darat yang ekstrem.

Teknologi semacam ini dinilai mampu memangkas waktu distribusi sekaligus mempercepat penyalaan listrik di titik-titik yang selama ini sulit terjangkau.

Ia menekankan agar PLN tidak kaku dalam menerapkan standar teknis. Kalau medan bicaranya sungai, jangan paksakan lewat darat. Percepatan pembangunan infrastruktur ini sangat bergantung pada bagaimana teknologi disesuaikan dengan kondisi alam di lapangan. Jika hanya terpaku pada metode lama, maka target pemerataan listrik di Kalimantan Tengah akan terus mundur dari jadwal yang ditetapkan.

Harapan besarnya, seluruh masyarakat Kalimantan Tengah bisa segera mendapatkan hak yang sama dalam hal penerangan. Kesejahteraan masyarakat di daerah terpencil sangat bergantung pada kehadiran energi ini. Tidak boleh lagi ada alasan teknis yang membuat rakyat terus menunggu dalam kegelapan.

Baginya, membangun listrik di pelosok adalah bentuk nyata kehadiran negara untuk menghapus sekat kesenjangan ekonomi dan sosial yang selama ini membelenggu warga di daerah-daerah terisolasi tersebut.

Halaman:12Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda