Senin, 3 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Percy Leason, seniman Kaniva di balik buku The Wizard of Oz

Percy Leason dan kaitan Kaniva dengan The Wizard of Oz
Warga Kaniva kini menelusuri jejak Percy Leason lewat Wiregrass Heritage Trail yang menampilkan 43 gambar di kota itu. (Ilustrasi: AI)

KANIVA — Percy Leason, nama yang lama tak banyak disebut di luar kalangan seni, ternyata punya kaitan langsung dengan The Wizard of Oz. Dari kota kecil Kaniva dan permukiman Lillimur di Victoria barat jauh, jejak hidupnya kini kembali dibicarakan setelah warga setempat meluncurkan Wiregrass Heritage Trail pada akhir pekan ini.

Film The Wizard of Oz tayang perdana di Hollywood pada 15 Agustus 1939, dua pekan sebelum Nazi Jerman menyerbu Polandia. Namun di sisi lain dunia, kisah tentang Dorothy dan Kansas itu ikut membuka jalan bagi seorang ilustrator Australia yang tengah berjuang di Amerika Serikat: Percy Leason.

Percy Leason, dari Lillimur ke Hollywood

Percy Leason lahir pada 1889 di sebuah peternakan gandum di Lillimur, lalu keluarganya pindah 10 kilometer ke Kaniva. Ia tumbuh sebagai anak yang kemampuan gambarnya cepat terlihat. Orang tuanya bahkan menjual farm mereka dan pindah ke Kaniva agar bisa membangun sebuah gudang kecil tempat Percy bisa terus membuat sketsa.

Pada usia 15 tahun, ia dikirim ke sekolah seni di Nhill untuk belajar melukis. Menurut Australian Dictionary of Biography, Leason pernah berkata tentang masa itu, “The town’s name represents what I learnt.” Dari sana, jalan hidupnya mengarah ke Melbourne.

Ia bekerja sebagai artis litograf, lalu ilustrator buku, sebelum dikenal sebagai kartunis populer di The Bulletin, Table Talk, Punch, dan The Sydney Morning Herald.

Leason kemudian menjadi salah satu figur penting dalam gerakan tonal art, yang menekankan lanskap atmosferik. Pada 1934, ia juga berangkat ke Lake Tyers di Victoria timur untuk melukis 28 potret orang Aborigin yang saat itu dipercaya sebagai yang terakhir di Victoria. Tapi panggung yang lebih besar masih menunggu.

Kesempatan datang saat masa sulit

Pada 1937, Leason berangkat ke Amerika Serikat bersama salah satu anaknya. Keputusan itu tak ringan. Ia meninggalkan statusnya sebagai ilustrator dengan bayaran tertinggi di Australia untuk mencoba peruntungan di Amerika yang sedang dilanda depresi ekonomi. Persaingan ketat. Uang pun menipis.

Halaman:123Semua Halaman

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda