JAKARTA — Blanche jaksa agung, Todd Blanche, maju satu tahap lagi dalam pencalonannya sebagai jaksa agung Amerika Serikat setelah senator AS pada Selasa memilih mengikuti garis partai untuk meloloskannya ke tahap berikutnya. Langkah itu diambil sesudah ia secara resmi membatalkan dana US$1,8 miliar yang dibuat dari penyelesaian gugatan yang diajukan terhadap presiden AS Donald Trump.
Keputusan ini penting karena menempatkan Blanche lebih dekat ke kursi puncak penegakan hukum federal, meski prosesnya belum selesai. Ia kini harus melewati tahapan lanjutan di Senat di tengah sorotan besar terhadap hubungan masa lalunya dengan Trump dan jejak kebijakan yang mengitarinya.
Blanche jaksa agung dan tarik-menarik di Senat
Todd Blanche bukan nama baru di lingkaran Trump. Ia pernah menjadi pengacara pribadi Trump, lalu masuk ke struktur pemerintahan setelah Trump menjabat. Menurut bahan sumber, Blanche kemudian menjabat wakil jaksa agung setelah Trump kembali ke Gedung Putih.
Sejak Pam Bondi mundur pada April, Blanche juga sudah menjalankan peran sebagai jaksa agung sementara. Posisi itu membuatnya berada di pusat keputusan hukum pemerintah, sekaligus memberi bobot politik yang lebih besar pada proses pencalonannya. Apalagi, pemungutan suara di Senat berjalan menurut garis partai, tanda bahwa dukungan terhadapnya belum lintas kubu.
Di atas kertas, langkah Senat itu memang belum menjadi pengesahan akhir. Namun, untuk posisi sebesar jaksa agung AS, lolos dari tahap komite dan maju ke proses berikutnya adalah sinyal bahwa dukungan politik di kubu Republik tetap kuat. Di sisi lain, fakta bahwa keputusan diambil setelah perdebatan soal dana US$1,8 miliar menegaskan betapa rapuhnya proses ini dari awal.
Dana US$1,8 miliar jadi titik panas
Sumber bahan menyebut Blanche resmi mencabut dana US$1,8 miliar yang lahir dari penyelesaian gugatan yang diajukan oleh presiden. Dana itu disebut kontroversial sejak awal, dan pembatalannya menjadi bagian penting dari jalan politik Blanche menuju kursi jaksa agung.
Di sinilah taruhannya terasa. Jabatan jaksa agung memegang kendali besar atas arah penegakan hukum federal, sehingga tiap keputusan awal kandidat akan dibaca sebagai petunjuk gaya kepemimpinan di masa depan. Langkah membatalkan dana itu juga menambah bobot pertanyaan tentang batas antara kebijakan hukum, loyalitas politik, dan pengelolaan kepentingan negara.
Bagi proses di Senat, isu itu jelas tidak kecil. Senator yang mendukung Blanche tampak memilih melangkah cepat mengikuti satu blok politik, sementara kritik atas keputusan terkait dana tersebut tetap membayangi. Komite Kehakiman Senat sendiri, menurut bahan sumber, menjadi salah satu titik pengawasan yang sangat dicermati dalam proses ini.
Posisi sementara, keputusan belum final
Blanche saat ini masih berstatus penjabat jaksa agung. Artinya, ia sudah memegang fungsi jabatan, tetapi pencalonannya tetap menunggu tahapan akhir di Senat. Proses seperti ini biasanya menentukan apakah seseorang benar-benar akan mengunci posisi strategis itu atau justru tertahan di tengah jalan.
Dalam kasus Blanche, kedekatannya dengan Trump membuat pencalonan ini dibaca lebih dari sekadar urusan administratif. Ada unsur politik yang tebal, ada pula persoalan kepercayaan publik terhadap netralitas lembaga hukum. Dua hal itu sering berjalan beriringan, tapi jarang benar-benar mudah dipisahkan.
Kalau proses berikutnya mulus, Blanche akan resmi memimpin Departemen Kehakiman AS. Jika tidak, status sementara yang ia pegang sejak April bisa berubah lagi, dan perdebatan soal dana US$1,8 miliar akan terus menghantui prosesnya sampai putusan akhir keluar.
“Todd Blanche, who became deputy attorney general after Trump took office, has been serving as acting attorney general since his predecessor, Pam Bondi, resigned in April,” demikian bunyi bahan sumber yang menjelaskan posisi Blanche sebelum pemungutan suara terbaru di Senat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.