Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Dow Jones dan S&P 500 Cetak Rekor Baru, Wall Street Menguat Tajam

Wall Street menguat tajam saat Dow Jones dan S&P 500 rekor
Wall Street menguat tajam setelah Dow Jones dan S&P 500 mencetak rekor penutupan baru pada Selasa (4/8). (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Wall Street menguat tajam pada Selasa (4/8), dengan Dow Jones dan S&P 500 sama-sama mencetak rekor penutupan tertinggi. Kenaikan itu terjadi setelah proyeksi kinerja sejumlah perusahaan besar membaik dan harga minyak anjlok dalam beberapa hari terakhir.

Reuters melaporkan, Dow Jones Industrial Average naik 933,95 poin atau 1,76 persen menjadi 54.112,36. S&P 500 menguat 115,96 poin atau 1,53 persen ke level 7.716,66, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 548,22 poin atau 2,12 persen menjadi 26.462,11.

Rekor baru di bursa AS

Penguatan itu tidak berhenti di tiga indeks utama. Indeks saham global juga sempat menyentuh rekor tertinggi baru dalam perdagangan intraday. Artinya, sentimen positif merembet lebih luas dari Wall Street ke pasar dunia.

Di lantai bursa, sentimen itu terasa jelas. Investor membaca laporan keuangan yang kuat sebagai tanda bahwa perusahaan masih mampu menjaga kinerja di tengah ketidakpastian geopolitik dan arah suku bunga yang belum sepenuhnya pasti.

Senior Vice President and Adviser Wealthspire Advisors, Oliver Pursche, menilai pasar sedang memproses laporan laba yang lebih kuat dan prospek bisnis yang lebih baik. “Investor merespons laba perusahaan yang lebih kuat dan ekspektasi yang lebih baik. Secara umum ada optimisme di pasar dan hal itu tercermin dalam pergerakan saham,” ujarnya.

Caterpillar dan Palantir jadi pendorong

Saham Caterpillar naik setelah perusahaan menaikkan proyeksi pertumbuhan pendapatan tahunannya. Kenaikan itu datang seiring meningkatnya pembangunan pusat data berbasis kecerdasan buatan atau AI. Di mata pasar, Caterpillar sering dipakai sebagai penanda kondisi ekonomi industri global.

Palantir Technologies juga ikut melesat setelah perusahaan tersebut menaikkan proyeksi pendapatan tahunannya. Dua nama itu memberi dorongan kuat ke pasar karena investor melihat sinyal bahwa permintaan bisnis masih tangguh, terutama di sektor yang terhubung dengan belanja teknologi dan infrastruktur.

Berdasarkan data LSEG, lebih dari 80 persen perusahaan yang tergabung dalam indeks S&P 500 berhasil membukukan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi analis. Angka itu menjadi bahan bakar penting bagi reli saham, karena pasar cenderung menghargai emiten yang mampu mengalahkan perkiraan.

Untuk pembaca pasar modal, sinyal seperti ini penting. Saat laba perusahaan kuat dan proyeksi pendapatan naik, modal cenderung mengalir ke saham-saham yang dianggap mampu menjaga pertumbuhan. Efeknya bisa cepat terasa ke indeks besar, lalu menjalar ke sektor lain. Hari itu, teknologi dan industri sama-sama mendapat angin segar.

Harga minyak turun, pasar baca peluang damai

Tekanan lain datang dari harga minyak yang turun tajam. Menurut Reuters, pernyataan pejabat Qatar dan AS meningkatkan harapan bahwa perang Iran bisa berakhir, sehingga arus pasokan minyak melalui Selat Hormuz berpeluang kembali lancar.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada kemajuan dalam pembicaraan dengan Iran dan Oman terkait upaya meningkatkan jumlah kapal yang melintasi Selat Hormuz. Namun, kesepakatan akhir belum tercapai. Sebelumnya, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz bisa tercapai paling cepat pada Selasa atau Rabu.

Di pasar energi, WTI turun 5,43 persen menjadi USD 75,98 per barel. Brent melemah 5,24 persen menjadi USD 79,38 per barel. Turunnya harga minyak ikut menekan imbal hasil obligasi pemerintah AS, yang kemudian bergerak melemah.

Investor lalu menyesuaikan lagi ekspektasi mereka terhadap peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September menjadi lebih rendah. Sebagian besar analis menilai Ketua The Fed Kevin Warsh tidak menginginkan kenaikan suku bunga, dan data ekonomi berikutnya diperkirakan menjadi dasar bagi bank sentral untuk mempertahankan suku bunga pada level saat ini.

Pasar kini menunggu data baru. Dan untuk saat ini, arah uang masih jelas: saham besar tetap diburu, minyak tertekan, dan Wall Street menguat tajam dengan dorongan yang datang dari laba emiten serta harapan meredanya ketegangan di Selat Hormuz.

(PE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda