Rabu, 5 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Menhub Dudy Sebut Insiden KMP Mutiara Sentosa jadi Evaluasi Menyeluruh

Menhub Dudy Sebut Insiden KMP Mutiara Sentosa jadi Evaluasi Menyeluruh
Menhub Dudy Sebut Insiden KMP Mutiara Sentosa jadi Evaluasi Menyeluruh

JAKARTA — Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan pelayaran nasional. Pemerintah kini fokus memperketat prosedur operasional dan perlindungan bagi seluruh pengguna jasa transportasi laut.

Kebakaran kapal yang terjadi pada Minggu, 2 Agustus 2026 tersebut, memicu langkah tegas dari Kementerian Perhubungan. Dudy memastikan bahwa pihaknya sedang membedah penyebab musibah secara mendalam, mulai dari aspek teknis hingga kepatuhan operator terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) keselamatan. Evaluasi ini dilakukan agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang.

Investigasi dan Penegakan Hukum

Pemerintah tidak berhenti pada proses evakuasi saja. Menhub Dudy menyatakan bahwa jika dalam hasil investigasi nantinya ditemukan unsur pelanggaran hukum atau tindak pidana, proses hukum akan dijalankan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku. Proses investigasi saat ini melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk memastikan penyebab pasti musibah tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), turut menekankan urgensi investigasi ini. Menurut AHY, pengecekan menyeluruh terhadap kondisi teknis kapal, kompetensi sumber daya manusia, hingga faktor cuaca menjadi poin penting yang harus diungkap oleh pihak berwenang.

Dampak dan Pemenuhan Hak Korban

Hingga saat ini, pemerintah memastikan seluruh hak korban serta keluarga korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa II terpenuhi dengan baik. Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan lintas instansi, termasuk Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, PT Jasa Raharja, hingga Pelindo untuk memastikan penanganan korban berlangsung cepat dan terpadu.

Data evakuasi menunjukkan progres signifikan. Memasuki hari ketiga pascainsiden, tercatat sebanyak 62 korban berhasil dievakuasi dari Masalembu menuju Surabaya. Jika digabungkan dengan data sebelumnya, total 238 orang yang berada di atas kapal, baik penumpang maupun awak kapal, telah berhasil ditemukan. Operasi kini beralih menjadi Operasi SAR Rutin Kesiapsiagaan.

Menhub Dudy juga sempat meninjau langsung proses evakuasi di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, untuk memastikan kesiapan di lapangan. Langkah koordinasi intensif dilakukan bersama Bupati Sumenep guna memastikan setiap penumpang mendapatkan layanan kesehatan serta pendampingan yang layak.

Pemerintah mengawasi ketat agar operator kapal memenuhi kewajiban kepada seluruh penumpang sesuai aturan yang berlaku.

Upaya ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam menempatkan keselamatan penumpang sebagai prioritas utama. Seluruh sumber daya, mulai dari kapal patroli hingga tim penyelamat, telah dikerahkan sejak hari pertama kejadian untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda