Kamis, 6 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Legislator Sayangkan Nakes Hina Pasien BPJS, Desak Sanksi Tegas

Legislator Sayangkan Nakes Hina Pasien BPJS, Desak Sanksi Tegas
Legislator Sayangkan Nakes Hina Pasien BPJS, Desak Sanksi Tegas

KKI Pastikan Proses Lanjut Meski Ada Permintaan Maaf

Di sisi lain, Konsil Kesehatan Indonesia (KKI) memastikan bahwa investigasi terhadap dugaan pelanggaran etik profesi akan tetap dilanjutkan, meskipun sejumlah dokter yang diduga terlibat telah menyampaikan permintaan maaf. Ketua KKI Arianti Anaya menegaskan bahwa permintaan maaf tidak menghentikan mekanisme pemeriksaan formal yang sudah dimulai.

“Iya akan diproses oleh KKI. Walaupun sudah ada permintaan maaf,” kata Arianti kepada detikcom pada Kamis (6/8/2026).

Jika pemeriksaan oleh Majelis Disiplin Profesi (MDP) KKI menemukan pelanggaran, ancaman hukuman bisa mulai dari teguran, kewajiban mengikuti pendidikan pembinaan, pembatasan praktik, hingga pencabutan Surat Tanda Registrasi (STR) — yang berarti dokter tersebut tidak lagi berhak menjalankan praktik kedokteran.

Persoalan Layanan dan Espati yang Terabaikan

Ashabul juga menyoroti persoalan fundamental di balik kasus ini: keterlambatan pelayanan terhadap pasien BPJS. Dia mendesak Kemenkes, BPJS Kesehatan, dinas kesehatan, dan pihak rumah sakit untuk melakukan evaluasi transparan terhadap kronologi kejadian, ketersediaan tempat tidur, kondisi medis Yurizal, dan alasan penundaan layanan.

“Jangan langsung menyimpulkan penyebab meninggalnya pasien sebelum ada hasil pemeriksaan medis, tetapi kualitas dan kecepatan pelayanan tetap wajib dievaluasi secara transparan,” tegasnya.

Perspektif legislator ini menekankan bahwa kasus Yurizal harus membuka mata semua pihak tentang bagaimana peserta BPJS masih sering diperlakukan sebagai pasien kelas dua. “Kepesertaan BPJS adalah hak atas jaminan kesehatan, bukan alasan untuk memperlambat pelayanan atau merendahkan pasien,” kata Ashabul dengan tegas.

Seiring dengan permintaan investigasi, Ashabul juga menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga Yurizal. “Di hadapan pasien yang sakit, yang dibutuhkan adalah pelayanan cepat, komunikasi yang baik, dan empati, bukan penghinaan. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan,” ujarnya.

Halaman:12Semua Halaman

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda