Sabtu, 8 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Menguak Perbedaan Karakter Jetour T1 dan T2

Menguak Perbedaan Karakter Jetour T1 dan T2
Menguak Perbedaan Karakter Jetour T1 dan T2

TANGERANG SELATAN — Pemilihan kendaraan berbasis plug-in hybrid kini menjadi sorotan di pasar otomotif Indonesia berkat efisiensi dua sumber tenaga. Meski berada di bawah payung pabrikan yang sama, Jetour T1 i-DM dan Jetour T2 i-DM membawa filosofi rancang bangun yang kontras untuk menyasar segmen pengguna berbeda.

Kedua model ini mengadopsi teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM). Namun, pengembangannya diarahkan untuk menjawab kebutuhan spesifik pengendara, mulai dari kenyamanan mobilitas harian hingga ketangguhan di medan berat.

Pendekatan Teknis yang Berbeda

Product Senior Manager PT Jetour Sales Indonesia, Irwan Nugraha Kurnia, menjelaskan bahwa perusahaan sengaja membedakan karakter keduanya. Konsumen kini memiliki opsi antara kenyamanan maksimal atau performa bertenaga untuk perjalanan jarak jauh.

Jetour T1 i-DM diposisikan sebagai SUV yang mengutamakan kenyamanan harian. Kendaraan ini mengandalkan satu motor listrik yang dipadukan dengan transmisi 1-Speed Dedicated Hybrid Transmission (DHT). Konfigurasi tersebut menghasilkan perpindahan tenaga yang lebih halus, sangat cocok untuk kondisi lalu lintas perkotaan atau rute antarkota yang padat.

Di sisi lain, Jetour T2 i-DM dirancang khusus untuk pengendara yang mengejar performa tinggi. Model ini mengadopsi dua motor listrik yang bekerja dengan transmisi 3-Speed DHT. Hasilnya adalah akselerasi yang jauh lebih responsif dan output tenaga yang lebih besar, terutama saat pengendara membutuhkan dorongan instan di jalan terbuka.

Fleksibilitas Pengaturan Tenaga

Perbedaan karakter tersebut diperkuat dengan sistem manajemen energi. Jetour T1 i-DM dibekali lima skenario kerja yang mengombinasikan mesin bensin dengan motor listrik secara otomatis berdasarkan kondisi jalan. Sistem ini fokus pada efisiensi penggunaan bahan bakar di berbagai situasi berkendara.

Sebaliknya, Jetour T2 i-DM memiliki sembilan skenario hybrid. Distribusi tenaga pada model ini menjadi jauh lebih fleksibel, memungkinkan sistem menyesuaikan kinerja mesin secara presisi baik saat terjebak kemacetan, melaju kencang di jalan tol, maupun saat harus menaklukkan medan yang menuntut tenaga ekstra.

Terlepas dari perbedaan teknis tersebut, kedua SUV ini tetap berbagi basis yang sama, yakni mesin bensin 1.5 TGDI yang disandingkan dengan sistem transmisi hybrid khusus. Pengemudi tetap diberikan fleksibilitas untuk memilih mode berkendara, sementara sistem akan mengambil alih perpindahan sumber tenaga secara otomatis demi menjaga efisiensi.

Pilihan antara T1 dan T2 kini kembali pada gaya hidup calon pembeli. Langkah Jetour membagi lini produk ke dalam dua karakter ini menjadi strategi untuk memperluas jangkauan pasar, mengingat kebutuhan mobilitas masyarakat yang semakin beragam antara kebutuhan fungsional harian dan gaya hidup petualang.

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda