SINGKAWANG — Kepolisian Resor Singkawang, Kalimantan Barat, berhasil menyingkap tabir gelap di balik kematian tragis seorang pria berinisial AL. Korban ditemukan tewas mengenaskan akibat luka tembak di Jalan Tanjung Batu Dalam Kopisan, Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan, yang kini terkonfirmasi sebagai kasus pembunuhan berencana.
Kasat Reskrim Polres Singkawang, AKP Raja Toga Paruhum, mengungkapkan bahwa otak di balik aksi keji ini adalah adik kandung korban sendiri yang berinisial TSP. Dendam pribadi menjadi pemicu utama. Perselisihan keluarga yang berlarut-larut membuat hubungan keduanya retak hingga tidak lagi saling bertegur sapa, yang akhirnya memuncak pada niat TSP untuk melenyapkan nyawa sang kakak.
Rencana matang ini telah disusun TSP jauh-jauh hari. Penelusuran kepolisian menunjukkan bahwa tersangka telah merancang aksi pembunuhan tersebut sejak Januari 2025. Selama kurun waktu lebih dari setahun, TSP berulang kali mendesak rekan eksekutornya, S alias N, untuk segera mengeksekusi rencana tersebut. Namun, eksekusi baru terlaksana pada awal Agustus 2026.
Skema Sewa Eksekutor dengan Imbalan Puluhan Juta
Dalam melancarkan aksinya, TSP tidak bertindak sendirian. Ia merekrut S alias N dengan imbalan uang tunai. Awalnya, TSP menjanjikan kompensasi sebesar Rp50 juta kepada sang eksekutor jika pembunuhan terhadap AL berhasil dilakukan. Fakta lapangan menunjukkan bahwa setelah korban meninggal dunia, tersangka S alias N menerima uang sebesar Rp40 juta yang diberikan langsung oleh TSP pada hari kejadian.
Proses eksekusi berlangsung sangat terencana. S alias N berperan sebagai penembak jitu yang bersembunyi di balik semak-semak di seberang rumah korban. Ia menunggu saat yang tepat ketika AL keluar dari kediamannya. Begitu target muncul, eksekutor melepaskan dua tembakan menggunakan senapan angin dari jarak sekitar enam hingga tujuh meter, yang menyebabkan korban tewas di tempat.
Keberhasilan kepolisian mengungkap kasus ini memberikan titik terang bagi keluarga korban yang sempat dirundung misteri. Penyelidikan mendalam yang dilakukan tim penyidik Polres Singkawang tidak hanya berhasil mengamankan pelaku utama dan eksekutor, tetapi juga merinci kronologi perencanaan yang cukup panjang.
Pihak kepolisian kini terus mendalami kasus ini untuk memastikan seluruh prosedur hukum berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masyarakat setempat diimbau untuk tetap tenang dan menyerahkan proses hukum sepenuhnya kepada pihak berwajib.
Kasus ini menjadi pengingat keras akan bahayanya konflik keluarga yang tidak diselesaikan dengan bijak, hingga berujung pada tindakan kriminalitas yang merenggut nyawa.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.