Academy Sports & Outdoors juga disebut menjual sebagian klaim tarifnya dan memperoleh sekitar US$10,5 juta, menurut pengajuan kuartal pertama perusahaan. Dengan menjual hanya sebagian, perusahaan itu masih bisa meminta sebagian refund tarif dari pemerintah.
Refund tarif masih sulit dicairkan
Mahkamah Agung pada Februari membatalkan tarif Trump yang diberlakukan di bawah International Emergency Economic Powers Act atau IEEPA. Meski begitu, proses meminta dan memperoleh refund tarif tetap panjang dan melelahkan bagi importir.
U.S. Customs and Border Protection mengoperasikan portal daring untuk permintaan pengembalian dana. Hingga akhir Juli, pemerintah AS telah mengembalikan sekitar US$100 miliar dalam tarif, setara 60 persen dari US$166 miliar yang dipungut pemerintahan Trump.
Namun urusan ini belum selesai. Trump masih berupaya mengenakan tarif baru kepada mitra dagang, kali ini lewat bagian dari Trade Act of 1974 yang ditujukan untuk melawan praktik ekonomi diskriminatif. Sejumlah bisnis kecil dan sedikitnya 25 negara bagian telah menggugat kebijakan terbaru itu.
Di pasar, langkah menjual hak refund tarif menunjukkan satu hal sederhana: banyak perusahaan tak mau menunggu lama untuk uang yang belum tentu cair mulus. Dan selama tarik-ulur tarif belum tuntas, klaim refund itu tetap bernilai, bahkan sebelum pemerintah menuliskannya sebagai pembayaran.
“The agreements have given companies an extra boost while waiting for the rollout of refunds,” tulis Wall Street Journal dalam laporannya, merujuk pada perusahaan yang sudah tertekan oleh biaya tarif dan kini mencari napas tambahan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.