“Kalau pun dia (terbukti) bersalah ya dikenakan teguran atau disiplin etik. Itu kita serahkan pada tim etik dan hukum yang bersangkutan,” ujarnya.
Pernyataan itu memberi sinyal bahwa kasus ini tidak berhenti pada permintaan maaf atau klarifikasi di media sosial. Ada jalur internal yang akan menentukan apakah tindakan Dika masuk kategori pelanggaran etik atau tidak. Proses ini juga menunjukkan rumah sakit berusaha menjaga jarak dari polemik yang sudah telanjur menyebar luas di ruang publik.
Darwinto menyebut Dika baru setahun bertugas di RSA UGM. Namun, ia tidak membeberkan status kepegawaian secara rinci, juga tidak menyebut unit atau poliklinik tempat perawat itu bekerja. Informasi itu membuat publik belum mendapat gambaran lengkap soal posisi Dika di lingkungan rumah sakit, sementara pemeriksaan internal masih berjalan.
Dampaknya ke pasien dan tenaga kesehatan
Kasus ini jadi pengingat keras bagi tenaga kesehatan bahwa unggahan di media sosial bisa berdampak langsung ke hubungan dengan pasien. Satu komentar yang dinilai tak empatik dapat meluas menjadi perdebatan soal profesionalisme, terutama ketika menyangkut pasien yang menunggu lama, membawa BPJS, atau sedang berada dalam situasi rentan di rumah sakit.
Di sisi lain, polemik ini juga menekan rumah sakit untuk bergerak cepat. Jika respons dibiarkan lambat, publik bisa menganggap manajemen membiarkan pelanggaran etik. Karena itu, pemanggilan investigasi oleh tim etik dan hukum menjadi langkah yang menentukan arah penanganan kasus, baik untuk menenangkan publik maupun menjaga disiplin internal tenaga kesehatan.
Yurizal sendiri awalnya hanya membagikan pengalaman pribadi soal 8 jam menunggu ruangan rawat inap. Tapi dari unggahan itu, rangkaian komentar yang muncul justru menyeret nama perawat, rumah sakit, dan etika profesi sekaligus. Kini, perhatian publik tertuju pada hasil pemeriksaan RSA UGM dan apakah sanksi benar-benar dijatuhkan jika ada pelanggaran yang terbukti.
Langkah berikutnya tinggal menunggu hasil kerja tim etik dan hukum RSA UGM. Dari sana, baru terlihat apakah perawat Dika akan menerima teguran atau disiplin etik, sesuai pernyataan Darwinto.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.