Syahri menyebut masa penonaktifan STR bisa berbeda-beda. Durasi yang dia sampaikan berkisar satu hingga tiga bulan. Lama hukuman itu akan ditentukan dari hasil persidangan di MDP, bukan diputuskan secara serampangan.
"Bisa sebulan, dua bulan tiga bulan. Ini melalui majelis disiplin profesi," kata dia.
Penonaktifan STR tidak berhenti di situ. Langkah itu akan diikuti penonaktifan Surat Izin Praktik (SIP). Artinya, ketika SIP dinonaktifkan, dokter yang bersangkutan tidak boleh menjalankan praktik sesuai masa hukuman yang ditetapkan. Bagi tenaga kesehatan, ini bukan sekadar teguran administratif. Praktik harian bisa ikut berhenti.
Kenapa kasus ini penting
Kasus komentar nirempati ini jadi penting karena menyentuh dua hal yang langsung dirasakan masyarakat: etika layanan kesehatan dan rasa aman pasien saat berhadapan dengan tenaga medis. Di ruang pelayanan, kata-kata yang keluar dari tenaga kesehatan punya bobot besar.
Sekali melenceng, dampaknya bukan cuma ke reputasi pribadi, tapi juga ke kepercayaan publik pada profesi yang seharusnya dijaga ketat.
KKI terlihat memilih jalan pemeriksaan dulu sebelum sanksi dijatuhkan. Langkah ini memberi ruang untuk memastikan apakah komentar yang dipersoalkan hanya melanggar etika, sudah masuk disiplin profesi, atau bahkan masuk kategori hukum. Dari situ, sanksi bisa disusun lebih presisi, mulai dari teguran ringan sampai pembekuan kewenangan praktik.
Di titik ini, penelusuran KKI juga mengirim sinyal ke tenaga kesehatan lain bahwa perilaku di ruang virtual tetap punya konsekuensi. Syahri bahkan menyinggung kemungkinan perkara itu dinilai sebagai pelanggaran etika karena terjadi secara virtual. Artinya, batas antara unggahan, komentar, dan tanggung jawab profesi kini makin sempit untuk diabaikan.
Jika hasil pemeriksaan nantinya menyatakan ada pelanggaran disiplin, jalur hukuman bisa langsung menyentuh STR dan SIP. Dua dokumen itu adalah kunci praktik. Begitu keduanya terkena sanksi, ruang kerja tenaga kesehatan ikut tertutup selama masa penonaktifan berlangsung.
Pada tahap sekarang, KKI belum membuka detail identitas oknum yang dimaksud di luar informasi yang sudah beredar soal Yurizal Tri Chaerawan. Namun pernyataan resmi lembaga ini sudah cukup memberi gambaran bahwa kasus komentar nirempati tidak diperlakukan sebagai urusan sepele. Prosesnya berjalan, dan hasil akhirnya akan sangat menentukan jenis sanksi yang menunggu.
Syahri menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa durasi hukuman bergantung pada keputusan majelis. Dari sana, penonaktifan STR bisa berjalan satu bulan, dua bulan, atau tiga bulan, lalu berlanjut ke penonaktifan SIP jika pelanggaran dinilai masuk kategori yang lebih berat.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.