Sabtu, 8 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

BRIN paparkan teknologi alternatif pengganti LPG ke Prabowo – ANTARA News

Kepala BRIN memaparkan teknologi riset terbaru kepada Presiden Prabowo di Istana
Kepala BRIN memaparkan hasil riset teknologi strategis di hadapan Presiden Prabowo Subianto. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan langkah konkret dalam upaya kemandirian energi nasional dengan memaparkan berbagai inovasi teknologi ke hadapan Presiden Prabowo Subianto. Fokus utamanya mencakup pengembangan energi alternatif sebagai substitusi LPG serta pemanfaatan teknologi nuklir untuk kepentingan strategis jangka panjang.

Paparan teknologi ini berlangsung di tengah rangkaian agenda kepresidenan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (7/8/2026). Selain menyoroti potensi energi bersih, pemerintah melalui Kepala BRIN Arif Satria menegaskan bahwa riset nasional kini diarahkan untuk menjawab tantangan kedaulatan energi, pangan, hingga kesehatan masyarakat secara terintegrasi.

Transformasi Energi dan Nuklir untuk Masa Depan

Pengembangan teknologi nuklir menjadi salah satu sorotan utama dalam pertemuan tersebut. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pemerintah sedang mengkaji pemanfaatan nuklir yang tidak terbatas pada sektor energi saja. Pilihan teknologi ini mencakup penggunaan reaktor untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) hingga aplikasi medis mutakhir.

Di sektor kesehatan, BRIN telah mencapai perkembangan signifikan melalui pengembangan radiofarmaka. Teknologi ini dirancang sebagai obat berbasis zat radioaktif yang krusial untuk diagnosis maupun pengobatan penyakit kanker. Inovasi ini dianggap sebagai bentuk nyata pemanfaatan nuklir damai yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.

Di sisi lain, pemerintah juga mulai membuka diskusi mengenai potensi teknologi nuklir untuk sektor pertahanan. Kajian yang tengah berjalan mencakup kemungkinan integrasi teknologi ini pada alat utama sistem persenjataan (alutsista) milik TNI. Langkah ini dinilai sebagai upaya progresif untuk meningkatkan daya gentar teknologi nasional di masa depan.

Inovasi Berbasis AI untuk Ketahanan Pangan

Selain fokus pada nuklir, BRIN juga memamerkan terobosan berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyasar sektor krusial, salah satunya program Makan Bergizi Gratis (MBG). Riset ini menghasilkan teknologi bernama Food Guard, sebuah sistem deteksi dini berbasis AI yang mampu mengidentifikasi kualitas makanan, termasuk mendeteksi potensi makanan basi sebelum dikonsumsi oleh target sasaran program.

Penerapan teknologi tepat guna ini menjadi upaya untuk memastikan efisiensi dan keamanan standar gizi yang disalurkan pemerintah. Dengan integrasi teknologi digital dan riset terapan, pemerintah menargetkan kemandirian yang tidak hanya bergantung pada impor energi fosil, tetapi juga berbasis pada inovasi karya anak bangsa.

Upaya-upaya ini selaras dengan apresiasi Presiden Prabowo terhadap manajemen sektor energi saat ini. Meski banyak negara menghadapi tekanan energi global, Indonesia dinilai mampu menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi dengan manajemen yang dinilai tenang dan terkendali.

Sinergi antara birokrasi yang efektif dan dorongan riset dari lembaga seperti BRIN diharapkan menjadi fondasi utama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa mendatang.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda