JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto sedang direncanakan mengunjungi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyusul gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah tersebut pada Sabtu (15/8). Namun, pemerintah masih mempertimbangkan kondisi lapangan sebelum menentukan jadwal kepastian keberangkatan presiden.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan, kunjungan tersebut masih dalam tahap perencanaan. Ia menjelaskan bahwa presiden memerlukan persiapan dan sarana pendukung yang jauh lebih kompleks dibanding kunjungan biasa, sehingga tim pemerintah perlu memastikan kondisi di lapangan sudah memungkinkan.
“Sedang direncanakan, tetapi perlu juga kami sampaikan bahwa kadang-kadang memang di masa-masa awal itu kondisi di lapangan bukan kita memilih untuk lebih fokus mengatasi masalah terlebih dahulu,” kata Pras di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (18/8).
Prioritas: Penanganan Bencana Lebih Dulu
Pemerintah saat ini terus memantau perkembangan respons gempa di NTT setiap hari. Laporan dari para menteri, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diterima secara berkala untuk menilai situasi di lapangan. Prasetyo menekankan bahwa fokus utama adalah penanganan krisis bencana alam tersebut.
“Jadi yang penting adalah kami setiap hari memonitor. Para menteri juga melaporkan, Kepala Basarnas setiap hari laporan kepada kami, kemudian BNPB juga lapor,” jelas Pras. Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah lain, termasuk Pemprov Jawa Tengah, yang mengirimkan bantuan kepada korban bencana.
Terkait kemungkinan kunjungan Prabowo pada pekan yang sama, Pras mengatakan akan melihat dinamika kondisi di lapangan terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan final.
50 Ribu Paket Sembako Telah Didistribusikan
Sementara itu, bantuan logistik dari Presiden Prabowo terus mengalir ke wilayah bencana. Sebanyak 50 ribu paket sembako telah disiapkan untuk masyarakat terdampak gempa di NTT. Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan rincian isi setiap paket tersebut.
“Ada 50.000 paket sembako, isinya ada beras 2,5 kg, margarin 200 gram, gula 1 kg, sarden 425 gram, dan lain sebagainya,” kata Suharyanto pada Minggu (16/8). Dari total tersebut, sebanyak 4.925 paket telah masuk dan mulai didistribusikan pada hari yang sama, dengan rincian 3.200 paket ditempatkan di Labuan Bajo dan 1.725 paket di Maumere.
Bantuan pokok tersebut disalurkan langsung kepada masyarakat terdampak dan warga yang mengungsi. Di Kabupaten Manggarai saja, terdapat sekira 4.000 warga yang terpaksa mengungsi akibat gempa berkekuatan 7,7 itu. Gempa yang mengguncang NTT pada Sabtu pagi tersebut menyebabkan banyak bangunan rusak dan infrastruktur hancur.
Prasetyo menekankan bahwa solidaritas dari berbagai pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah, merupakan bukti nyata komitmen untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. “Ini bukti solidaritas kita bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita yang terkena musibah,” tambahnya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.