LONGREACH — Ketiadaan tenaga ahli fisioterapis lantai panggul (pelvic floor) di Rumah Sakit Longreach, Queensland Tengah, kini memicu keresahan warga. Kepergian satu-satunya spesialis kesehatan panggul di wilayah tersebut pada Juli lalu memaksa para ibu menempuh perjalanan jauh demi mendapatkan perawatan pascapersalinan.
Data Rumah Sakit Longreach menunjukkan lonjakan angka kelahiran signifikan sebesar 60 persen dalam rentang waktu 2020 hingga 2025, yakni dari 54 menjadi 86 kelahiran per tahun.
Pertumbuhan jumlah keluarga muda di wilayah pedalaman ini tidak dibarengi dengan ketersediaan layanan spesialis yang memadai. Warga kini dihadapkan pada ketidakpastian layanan kesehatan untuk penanganan cedera persalinan, endometriosis, hingga menopause.
Kebutuhan Mendesak di Pedalaman
Leanna Testa, salah seorang warga Longreach, mengaku kesulitan mendapatkan rujukan spesialis sejak Mei. Ia menyoroti pentingnya penanganan medis yang tepat untuk kondisi pemisahan perut pascamelahirkan.
Begitu pula dengan Jade Miller, warga pendatang baru yang harus mempertimbangkan perjalanan sejauh delapan jam menuju Rockhampton jika membutuhkan pemeriksaan fisik, sebuah opsi yang dianggap tidak realistis bagi ibu dengan dua anak kecil.
Pengalaman serupa dirasakan Antje Dekruyf, seorang ibu yang pernah terbantu oleh fisioterapis spesialis di RS Longreach. Baginya, akses lokal tersebut adalah penyelamat yang memungkinkan ia beraktivitas normal tanpa rasa nyeri. “Kemampuan untuk berfungsi tanpa rasa sakit sehari-hari, seperti berjalan menaiki tangga atau sekadar naik-turun mobil, sangat bergantung pada perawatan ini,” ujar Dekruyf.
Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Eksekutif Kesehatan Regional Central West Hospital and Health Service (CWHHS), Craig Carey, menyatakan pihaknya saat ini tengah dalam proses perekrutan fisioterapis.
Meski demikian, ia menegaskan tidak bisa menjamin tenaga baru tersebut akan memiliki keahlian spesialisasi lantai panggul yang setara dengan pendahulunya. Pihak rumah sakit berargumen bahwa tenaga klinis dengan keahlian khusus sangat sulit untuk ditarik dan dipertahankan di wilayah terpencil.
Kesenjangan Kompetensi Medis
Kekhawatiran pihak rumah sakit terhadap sulitnya mencari tenaga ahli ditanggapi kritis oleh Wakil Ketua Pelvic Pain Australia, Alexandra Diggles. Menurutnya, mengandalkan fisioterapis umum untuk menangani masalah lantai panggul adalah langkah yang tidak tepat.
Fisioterapis umum mungkin tidak memiliki pemahaman mendalam tentang anatomi panggul atau prosedur pemeriksaan internal yang sangat spesifik.
Diggles menekankan bahwa fisioterapi lantai panggul merupakan spesialisasi yang kian vital, terutama selama masa transisi kehidupan seperti kehamilan, menopause, atau pascaoperasi prostat. “Tidak berupaya mengganti posisi tersebut dengan layanan yang dibutuhkan bisa menjadi kurangnya inovasi dari pihak pengelola kesehatan,” ungkapnya.
Di sisi lain, Australian Physiotherapy Association mencatat tren positif di mana setidaknya 669 fisioterapis telah mengambil pelatihan kesehatan wanita sejak 2020. Upaya peningkatan kapasitas tenaga medis ini diharapkan mampu mengatasi hambatan di wilayah rural.
Catherine Willis, direktur anggota asosiasi tersebut, menegaskan bahwa warga di pedalaman seharusnya tidak perlu dihadapkan pada pilihan sulit antara tinggal di komunitas yang dicintai atau mendapatkan akses layanan fisioterapi yang layak.
Hingga saat ini, ibu-ibu di Longreach masih menanti langkah nyata dari otoritas kesehatan setempat untuk memastikan ketersediaan spesialis yang mampu menangani kebutuhan kesehatan spesifik mereka. Kebutuhan akan layanan ini dipandang sebagai urgensi, terutama mengingat status Longreach sebagai pusat kegiatan di wilayah Barat yang terus berkembang.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.