JAKARTA — Kepolisian tengah bersiap melakukan investigasi mendalam untuk mengungkap titik awal kemunculan api yang membakar gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, Sabtu (8/8/2026). Tim penyidik dari Polres Jakarta Pusat saat ini masih berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan menunggu situasi gedung dinyatakan aman dari proses pendinginan oleh Dinas Pemadam Kebakaran.
Kebakaran yang melanda lantai 11 hingga 16 gedung tersebut pertama kali dilaporkan terjadi pada Jumat (7/8) sekitar pukul 21.30 WIB. Selain fokus pada investigasi, pihak kepolisian dan TNI telah menerjunkan ratusan personel untuk memastikan area tetap steril selama proses pemadaman berlangsung.
Pengamanan Lokasi dan Akses Damkar
Kapolres Jakarta Pusat, Kombes Pol. Reynold Elisa Partomuan Hutagalung, menyatakan bahwa pihaknya menyiagakan 125 personel gabungan dari Bitsamapta dan Brimob Polda Metro Jaya. Selain itu, kekuatan pengamanan diperkuat dengan kehadiran 50 personel dari Kodim 0501/Jakarta Pusat.
Fokus utama pengerahan pasukan ini adalah memberikan ruang gerak bagi 40 mobil damkar dan 200 petugas pemadam untuk melakukan aksi penyelamatan.
Reynold menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ditemukan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Pihaknya memastikan ambulans tetap bersiaga di sekitar lokasi untuk memberikan respons cepat jika ditemukan korban yang memerlukan bantuan medis segera.
Kehadiran personel di lapangan juga bertujuan agar akses masuk kendaraan tanggap darurat tidak terhambat oleh massa atau kondisi jalan di sekitar kawasan Jalan Abdul Muis.
Penyelidikan Awal dan Keterangan Saksi
Terkait penyebab munculnya api, pihak kepolisian telah mulai melakukan langkah awal pengumpulan informasi. Setidaknya 10 orang telah dimintai keterangan sebagai saksi mata yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Fokus pemeriksaan meliputi keterangan dari warga sekitar maupun pegawai yang masih bertugas ketika insiden dimulai. Kepolisian juga menaruh perhatian pada informasi yang menyebutkan adanya aktivitas renovasi di lantai 11 gedung tersebut.
Meski demikian, Reynold belum berani memberikan kesimpulan resmi mengenai asal mula api. Kepastian mengenai penyebab kebakaran nantinya akan ditentukan berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang akan dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.
Saat ini, tim investigasi masih membatasi akses masuk ke bagian dalam gedung karena petugas pemadam kebakaran masih melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali.
Dampak langsung dari insiden ini adalah terhentinya operasional gedung serta dilakukannya sterilisasi kawasan di sekitar Jalan Abdul Muis.
Bagi masyarakat atau pihak yang berkepentingan dengan layanan Bapenda DKI, diharapkan untuk memantau pengumuman resmi mengenai pemulihan akses layanan pascainsiden. Kepolisian menyatakan akan terus berada di lokasi untuk menjamin keamanan hingga gedung dipastikan dalam kondisi stabil.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.