JAKARTA, JOURNALARTA.COM – PT PLN (Persero) telah menetapkan penyesuaian tarif listrik non subsidi untuk periode Kuartal III 2026, yang berlaku mulai Juli hingga September 2026. Kabar baiknya, tidak ada kenaikan tarif untuk periode ini, sehingga besaran tarif tetap sama seperti kuartal sebelumnya.
Keputusan ini berlaku untuk 13 golongan pelanggan non subsidi di seluruh Indonesia. Mulai dari rumah tangga, bisnis, industri, hingga penerangan jalan umum, tarif per kilowatt-hour (kWh) tidak mengalami perubahan. Pemerintah dan PLN memastikan stabilitas tarif ini untuk menjaga daya beli masyarakat dan keberlangsungan usaha.
Rincian Tarif Listrik 13 Golongan Pelanggan Non Subsidi
Berikut adalah rincian lengkap tarif per kWh untuk 13 golongan pelanggan non subsidi yang berlaku per 1 Juli hingga 30 September 2026:
| No | Golongan | Daya | Tarif per kWh |
|---|---|---|---|
| 1 | R-1/TR (Rumah Tangga) | 900 VA | Rp1.352 |
| 2 | R-1/TR (Rumah Tangga) | 1.300 VA | Rp1.445 |
| 3 | R-1/TR (Rumah Tangga) | 2.200 VA | Rp1.445 |
| 4 | R-2/TR (Rumah Tangga) | 3.500 – 5.500 VA | Rp1.700 |
| 5 | R-3/TR (Rumah Tangga) | 6.600 VA ke atas | Rp1.700 |
| 6 | B-2/TR (Bisnis) | 6.600 VA – 200 kVA | Rp1.445 |
| 7 | B-3/TM (Bisnis) | > 200 kVA | Rp1.122 |
| 8 | I-3/TM (Industri) | > 200 kVA | Rp1.122 |
| 9 | I-4/TT (Industri) | >= 30.000 kVA | Rp997 |
| 10 | P-1/TR (Kantor Pemerintah) | 6.600 VA – 200 kVA | Rp1.700 |
| 11 | P-2/TM (Kantor Pemerintah) | > 200 kVA | Rp1.533 |
| 12 | P-3/TR (Penerangan Jalan Umum) | TR | Rp1.700 |
| 13 | L/TR, TM, TT (Layanan Khusus) | Semua Daya | Rp1.645 |
Keterangan: TR = Tegangan Rendah, TM = Tegangan Menengah, TT = Tegangan Tinggi
Dari daftar tersebut, terlihat bahwa golongan rumah tangga dengan daya 900 VA masih menikmati tarif terendah di antara pelanggan non subsidi, yakni Rp1.352 per kWh. Sementara itu, golongan pelanggan industri besar (I-4/TT) dengan daya di atas atau sama dengan 30.000 kVA mendapatkan tarif paling murah, yaitu Rp997 per kWh. Ini wajar karena penggunaan tegangan tinggi yang memerlukan infrastruktur berbeda.
Di sisi lain, beberapa golongan seperti rumah tangga daya 3.500-5.500 VA (R-2/TR), 6.600 VA ke atas (R-3/TR), kantor pemerintah (P-1/TR), dan penerangan jalan umum (P-3/TR) tetap pada tarif tertinggi sebesar Rp1.700 per kWh. Stabilitas tarif ini menjadi krusial di tengah fluktuasi ekonomi global.
Strategi Hemat Listrik Agar Tagihan Terkendali
Meskipun tidak ada kenaikan tarif, pemakaian listrik yang efisien tetap menjadi kunci untuk mengendalikan tagihan bulanan. Beberapa langkah sederhana bisa diterapkan:
- Cabut Colokan: Peralatan elektronik yang tidak digunakan, bahkan dalam mode standby seperti charger ponsel atau televisi, tetap mengonsumsi daya. Mencabut colokan bisa menghemat listrik secara signifikan.
- Ganti Lampu ke LED: Lampu LED jauh lebih hemat energi dibandingkan bohlam pijar biasa, dengan efisiensi hingga lima kali lipat. Ini adalah investasi kecil yang berdampak besar dalam jangka panjang.
- Atur Suhu AC Optimal: Menjaga suhu penyejuk udara antara 24-26 derajat Celsius dapat mengurangi konsumsi listrik. Setiap penurunan satu derajat Celsius bisa meningkatkan penggunaan listrik hingga 6-8 persen.
- Gunakan Peralatan Hemat Energi: Saat membeli peralatan elektronik baru, perhatikan label efisiensi energi yang biasanya ditunjukkan dengan tanda bintang. Semakin banyak bintang, semakin hemat energi alat tersebut.
- Cek Meteran Rutin: Memantau penggunaan listrik harian atau mingguan dapat membantu identifikasi pola konsumsi dan area mana yang bisa dihemat. Ini memberi gambaran real-time tentang pemakaian energi Anda.
Pemerintah dan PLN berharap stabilitas tarif ini dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha. Informasi lebih lanjut mengenai tagihan dan layanan dapat diakses melalui aplikasi PLN Mobile.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.