Minggu, 9 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Juara bubur Australia diraih Robert Reid di Pearl Beach

Juara bubur Australia Robert Reid di Pearl Beach
Robert Reid menangi Pearly Spurtle dan melaju ke kejuaraan dunia di Skotlandia. (Ilustrasi: AI)

PEARL BEACH — Robert Reid dinobatkan sebagai juara bubur Australia di Pearl Beach, pantai tenang di NSW Central Coast, setelah mengalahkan 17 pesaing lain dalam Pearly Spurtle yang digelar untuk pertama kalinya. Mantan pemilik kafe asal Sydney itu menang lewat bubur tradisional berbahan oats, water, salt, plus kreasi porridge cannoli.

Hasil ini langsung mengantar Reid ke panggung yang lebih besar. Pada Oktober, ia akan mewakili Australia di kejuaraan dunia bubur di Skotlandia, sementara acara di Pearl Beach sendiri berubah dari festival komunitas kecil menjadi ajang yang tiketnya habis terjual sebelum hari pelaksanaan.

Reid unggul dengan garam Celtic

Dalam lomba itu, para peserta diberi waktu 30 menit untuk menyajikan semangkuk bubur tradisional hanya dengan oats, water dan salt, lalu satu hidangan kreatif yang sepenuhnya bergantung pada imajinasi mereka. Reid mengatakan kombinasi garam menjadi pembeda utama saat ia merebut gelar juara.

“I used a mix of Celtic salt and regular sea salt, which I think was the difference maker,” Mr Reid said.

Ia juga mengaku tak selalu gemar bubur. Tapi setelah mengetahui ada kompetisi ini, Reid mulai berlatih dan makan bubur setiap pagi selama beberapa pekan terakhir.

“I’ve been eating porridge every morning for the last few weeks and I’ve converted, I’ve been enjoying it,” he said.

“I’ll definitely be eating it for the next two months.”

Festival kecil yang melampaui dugaan

Pearly Spurtle mempertemukan 18 peserta lewat tiga babak penyisihan dan satu final. Kompetisi ini sudah diakui sebagai lomba bubur resmi Australia oleh panitia ajang internasional asal Skotlandia, Scotland’s Golden Spurtle.

Di sisi lain, penyelenggara tak menduga respons publik akan sebesar itu. Pearl Beach, yang biasanya tenang, mendadak ramai oleh pengunjung yang ingin melihat langsung lomba bubur.

Tiket acara ludes jauh sebelum hari H. Panitia lalu menyiapkan area overflow untuk menampung penonton tambahan, lengkap dengan layar televisi agar lomba tetap bisa diikuti secara langsung.

“We really were not expecting anywhere near this response,” kata pendiri Pearly Spurtle, Karina Stafford.

Ia menyebut acara yang semula dianggap “silly” alias kecil dan santai itu justru berkembang cepat. Panitia sudah mulai memikirkan edisi berikutnya.

“We’re already thinking bigger and better,” katanya. “Next year we’re thinking [about holding the festival in] July and we’ll do it over two days.”

Latihan baru sebelum ke Skotlandia

Setelah menang di Pearl Beach, fokus Reid bergeser ke persiapan teknis. Ia mengatakan perlu menyesuaikan cara memasak karena ajang dunia di Skotlandia memakai kompor induction, sementara dirinya tidak terbiasa dengan alat itu di rumah.

“I’ve got to get some induction cookers for home because I don’t cook well on induction and the Golden Spurtle is all induction,” kata Reid.

Ia juga akan dilatih oleh Caroline Velik, food stylist asal Melbourne yang tahun lalu menang di kategori kreatif Golden Spurtle lewat porridge jaffle. Velik menilai level kompetisi di Australia sangat tinggi.

“We had amazing porridge today,” katanya.

“For the competitors who didn’t make the final, sometimes they just needed a bit more salt. There was not much in it.”

Dengan tiket ke Skotlandia sudah di tangan, Reid membawa cerita yang sederhana tapi menarik: bubur yang biasanya dianggap menu sarapan biasa, di Pearl Beach justru menjadi ajang gengsi, kreativitas, dan tiket menuju panggung dunia. Dan semua itu bermula dari semangkuk oats, water, dan salt.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 9 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir