JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Harga Bitcoin (BTC) menguat tipis terhadap Rupiah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026 pagi. Kenaikan ini terjadi di tengah pasar kripto yang cenderung bergerak sideways.
Berdasarkan data terkini pukul 09.47 UTC atau 16.47 WIB, 1 BTC diperdagangkan pada level Rp1.155.989.833,97. Angka ini menunjukkan kenaikan 0,17% atau setara Rp2.005.298,80 dalam satu jam terakhir. Bitcoin masih mampu bertahan di atas level Rp1,15 miliar, menandakan resistensi di tengah volatilitas pasar.
Pergerakan Harga BTC/IDR 10 Agustus 2026
Sepanjang pagi, Bitcoin sempat mencapai level tertinggi Rp1.162.000.000 sebelum terkoreksi dan turun ke Rp1.154.000.000. Saat ini, BTC bergerak dalam kisaran Rp1.154 miliar hingga Rp1.160 miliar.
Volume perdagangan 24 jam untuk Bitcoin tercatat mencapai 15,07 miliar USD. Kapitalisasi pasar global Bitcoin berada di angka 1,30 triliun USD, dengan suplai beredar sebanyak 20,07 juta BTC.
| Deskripsi | Nilai |
|---|---|
| Harga Saat Ini | Rp1.155.989.833,97 |
| Perubahan 1 Jam | +0,17% / +Rp2.005.298 |
| Kapitalisasi Pasar | 1,30 Triliun USD |
| Volume 24 Jam | 15,07 Miliar USD |
| Suplai Beredar | 20,07 Juta BTC |
Penyebab Harga Bitcoin Naik Tipis
Kenaikan tipis Bitcoin pada hari ini didorong oleh beberapa faktor utama. Pertama, sentimen positif dari bursa global terlihat dari penguatan indeks Nikkei sebesar 2,08% dan KOSPI sebesar 0,65%. Kondisi ini meningkatkan selera risiko investor, mendorong aliran dana ke aset-aset berisiko, termasuk kripto.
Kedua, penguatan mata uang Rupiah juga turut berkontribusi. Nilai tukar USD/IDR yang turun ke Rp17.768 membuat harga BTC dalam denominasi Rupiah ikut terangkat, meskipun harga dalam USD relatif stabil. Ketiga, investor kripto saat ini dalam mode wait and see, menanti data inflasi Amerika Serikat (AS) yang akan dirilis malam ini. Jika data inflasi menunjukkan penurunan, potensi rally besar untuk Bitcoin dapat terjadi.
Analisis Teknikal Bitcoin Hari Ini
Secara teknikal, Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi, bergerak di area Rp1.150 miliar hingga Rp1.165 miliar. Level support terdekat yang perlu diperhatikan berada di Rp1.150 miliar, sementara level resistance kunci terletak di Rp1.165 miliar.
Jika Bitcoin berhasil menembus level resistance Rp1.165 miliar, target selanjutnya yang dapat dicapai adalah Rp1.180 miliar. Indikator Relative Strength Index (RSI) saat ini menunjukkan kondisi netral, tanpa adanya sinyal overbought atau oversold yang signifikan.
Dampak ke Altcoin dan IHSG
Penguatan yang terjadi pada Bitcoin seringkali memberikan dampak positif pada altcoin, mata uang kripto alternatif lainnya seperti Ethereum, Solana, dan BNB. Pergerakan ini menunjukkan korelasi yang erat dalam ekosistem kripto.
Selain itu, penguatan pasar kripto juga memiliki korelasi tertentu dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), khususnya pada sektor teknologi dan saham-saham perusahaan yang terkait dengan kripto yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Tips untuk Investor Crypto Saat Sideways
Di tengah kondisi pasar yang cenderung sideways, ada beberapa strategi yang bisa diterapkan investor kripto. Pertama, strategi Dollar Cost Averaging (DCA) atau cicil beli dapat dimanfaatkan untuk mengakumulasi BTC secara bertahap. Kedua, penting untuk tidak FOMO (Fear of Missing Out) dan menunggu konfirmasi breakout di atas level Rp1.165 miliar sebelum mengambil keputusan.
Ketiga, pengaturan risiko sangat penting; sisihkan hanya 5-10% dari total portofolio untuk investasi kripto. Terakhir, pantau terus berita dan perkembangan data inflasi AS serta regulasi dari Bappebti, karena keduanya menjadi faktor kunci yang dapat memengaruhi pergerakan pasar ke depan.
Disclaimer: Investasi crypto berisiko tinggi. Lakukan riset mandiri. Bukan saran finansial.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.