Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Logam Tanah Jarang Indonesia 2026: Harta Karun Baru dari Bangka hingga Mamuju

Logam Tanah Jarang Indonesia 2026
Logam Tanah Jarang Indonesia 2026: Harta Karun Baru dari Bangka hingga Mamuju. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Logam Tanah Jarang (LTJ) atau Rare Earth Element (REE) kini jadi rebutan dunia, seiring pesatnya revolusi hijau dan persaingan teknologi. Indonesia, dengan potensi sekitar 300.000 ton LTJ, resmi masuk radar global pada 2026. Pemerintah telah memulai langkah serius, termasuk pelarangan ekspor, dengan target industrialisasi pada 2028. Namun, perjalanan menuju swasembada LTJ masih panjang.

Artikel ini akan mengupas tuntas cadangan, lokasi, proyek, dan berbagai tantangan hilirisasi logam tanah jarang Indonesia di tahun 2026. Ini bukan sekadar komoditas baru, melainkan pintu gerbang Indonesia menuju rantai pasok mineral kritis dunia.

Apa Itu Logam Tanah Jarang dan Mengapa Penting?

Logam Tanah Jarang adalah kelompok 17 unsur mineral strategis yang memiliki peran krusial dalam berbagai sektor industri masa depan. Unsur-unsur seperti Neodymium, Cerium, Lantanum, dan Dysprosium menjadi bahan baku vital.

Fungsinya sangat beragam. Dalam energi hijau, LTJ digunakan untuk magnet turbin angin dan motor mobil listrik (EV). Di sektor teknologi, LTJ ada di ponsel pintar, laptop, satelit, dan laser. Industri pertahanan juga sangat bergantung pada LTJ untuk jet tempur, rudal, dan kapal selam. Selain itu, LTJ berperan sebagai katalis, bahan baku kaca, dan baterai.

Melihat peran strategisnya, ketika Tiongkok sempat membatasi ekspor LTJ, harga Cerium dan Lantanum melambung hingga 200-300 persen. Hal ini memicu kepanikan global mengenai stabilitas rantai pasok dan mendorong banyak negara untuk mencari sumber-sumber alternatif.

Potensi Cadangan Logam Tanah Jarang di Indonesia

Indonesia memiliki potensi LTJ yang signifikan, meskipun masih dalam tahap eksplorasi dan riset awal. Data resmi tahun 2023 menunjukkan total sumber daya LTJ mencapai 136.206 ribu ton bijih dan 118.650 ton logam. Estimasi potensi nasional diperkirakan mencapai 300.000 ton, menempatkan Indonesia di peringkat kedua ASEAN setelah Vietnam.

Berikut adalah rincian data cadangan LTJ di Indonesia:

Lokasi Jenis Cadangan Jumlah (ton)
Bangka Belitung Monasit 186.663
Bangka Belitung Xenotim 20.734
Sumatera Utara Total 19.917
Mamuju, Sulawesi Barat LTJ Primer Proyek percontohan nasional
Kalimantan & Sulawesi Potensi lain Belum terdata spesifik
Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair