Senin, 10 Agustus 2026 WIB
BREAKING
EKONOMI

Logam Tanah Jarang Indonesia 2026: Harta Karun Baru dari Bangka hingga Mamuju

Logam Tanah Jarang Indonesia 2026
Logam Tanah Jarang Indonesia 2026: Harta Karun Baru dari Bangka hingga Mamuju. Credit: Dok. JournalArta

Dua lokasi utama menjadi sorotan. Pertama, Bangka Belitung, di mana LTJ ditemukan sebagai hasil samping dari tailing timah. Ini berarti biaya produksi cenderung lebih murah karena material sudah ditambang. Kedua, Mamuju, Sulawesi Barat, yang spesial karena ditemukan LTJ primer deposit utama, bukan ikutan. Wilayah Mamuju ini diproyeksikan menjadi pilot project hilirisasi nasional.

Proyek dan Kebijakan Terbaru Pemerintah di 2026

Pemerintah, melalui Badan Industri Mineral (BIM) di bawah naungan Danantara, bergerak cepat untuk mengembangkan potensi LTJ. Ada dua proyek percontohan nasional yang sedang berjalan.

Proyek pertama berlokasi di Tanjung Ular, Bangka Belitung, yang fokus pada fasilitas pengolahan monasit menjadi Cerium, Lantanum, dan Neodymium. Proyek kedua di Mamuju, Sulawesi Barat, merupakan tahap awal untuk mengolah LTJ primer, dengan potensi menjadi pusat hilirisasi jangka panjang.

Kesungguhan pemerintah ditunjukkan dengan groundbreaking fasilitas riset dan industri logam tanah jarang yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026 oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini merupakan sinyal kuat komitmen Indonesia untuk masuk dalam rantai pasok mineral kritis global.

PT Timah Tbk, melalui Direktur Utama Restu Widiyantoro, juga akan menggarap proyek bersama Perminas dengan target monetisasi dalam dua tahun ke depan, yaitu pada 2028. Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah resmi melarang ekspor seluruh mineral ikutan timah. Kebijakan ini bertujuan untuk mendorong hilirisasi di dalam negeri agar nilai tambah tidak mengalir ke luar negeri.

Empat Tantangan Besar Hilirisasi LTJ Indonesia

Meski memiliki potensi besar dan langkah-langkah strategis, jalan menuju swasembada LTJ di Indonesia masih menghadapi banyak hambatan. Tantangan pertama adalah belum adanya penerbitan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) untuk kategori logam ini, yang menjadi dasar legalitas operasional.

Kedua, ketiadaan teknologi skala keekonomian menjadi kendala utama terhambatnya produksi mandiri. Indonesia masih membutuhkan investasi besar dalam riset dan pengembangan teknologi pengolahan LTJ yang efisien dan berkelanjutan. Ketiga, data sumber daya LTJ di Indonesia masih sangat terbatas. Minimnya pengalaman di sektor ini menyebabkan pemetaan dan eksplorasi yang belum optimal.

Terakhir, Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga. Vietnam, Laos, dan Myanmar sudah memulai produksi LTJ, sementara Indonesia masih berada di level riset dan eksplorasi awal. Profesor Irwandy Arif dari ITB pernah menyatakan bahwa kondisi LTJ di Indonesia masih di tahap awal, paling tidak di eksplorasi pendahuluan.

Dampak ke Ekonomi dan Masa Depan

Jika hilirisasi LTJ berhasil, komoditas ini berpotensi menjadi sumber devisa baru yang signifikan bagi Indonesia, menyusul nikel dan timah. Kebutuhan dunia akan LTJ diperkirakan akan terus meningkat seiring perkembangan pesat kendaraan listrik (EV), kecerdasan buatan (AI), dan industri pertahanan. Pasar global yang masif ini menawarkan peluang ekonomi yang besar.

Target pemerintah untuk masuk fase industrialisasi pada 2028 menunjukkan ambisi besar. Pada tahun tersebut, produk olahan LTJ diharapkan mulai dapat dipasarkan dan memberikan kontribusi nyata bagi pendapatan negara serta menciptakan lapangan kerja. Ini bisa mengangkat Indonesia menjadi pemain kunci dalam pasokan mineral kritis global.

Indonesia punya potensi LTJ, tetapi belum memiliki ekosistem hilirisasi yang matang. Bangka Belitung menjadi tumpuan jangka pendek karena ketersediaan bahan baku dari hasil samping timah. Sementara itu, Mamuju menjadi harapan jangka panjang berkat cadangan LTJ primernya. Pertaruhan besar ada pada teknologi, investasi, dan regulasi yang solid. Apabila ketiga elemen ini dapat diselaraskan, Indonesia berpeluang besar untuk naik kelas menjadi pemain mineral kritis dunia.

Halaman:12Semua Halaman

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Link DANA Kaget Hari Ini 10 Agustus 2026: Klaim Saldo DANA Gratis Langsung Cair