JAKARTA — Saling serang Rusia-Ukraina menewaskan lima orang dan melukai puluhan lainnya dalam rangkaian serangan jarak jauh sepanjang Sabtu hingga Minggu, 9 Agustus 2026. Korban berjatuhan di Ukraina dan wilayah Belgorod, Rusia, saat kedua negara terus meningkatkan intensitas serangan setelah lebih dari empat tahun perang.
Di Ukraina, serangan Rusia menewaskan dua orang dan memicu kerusakan di Kharkiv, Odesa, dan Dnipropetrovsk. Di Rusia, serangan pesawat nirawak Ukraina menewaskan tiga orang di wilayah Belgorod. Situasi ini kembali menegaskan bahwa sasaran sipil dan infrastruktur vital masih berada di garis tembak.
Saling serang Rusia-Ukraina meluas ke kota-kota besar
Dua korban tewas akibat serangan drone Rusia berada di Kharkiv, kota besar di timur laut Ukraina. Serangan itu meruntuhkan empat lantai sebuah gedung hunian, dan menurut gubernur wilayah Oleg Synegoubov, ada 23 orang lain yang terluka. Ia juga membagikan gambar gedung yang rusak parah, dengan petugas layanan darurat bekerja di lokasi.
Zelensky menyebut serangan semalam di Odesa melukai delapan orang. Dalam keterangannya, serangan itu merusak jaringan listrik, pelabuhan, dan bangunan tempat tinggal. Dampaknya terasa langsung pada warga sipil karena listrik, aktivitas pelabuhan, dan hunian sama-sama terkena pukulan dalam satu rentang serangan.
Tekanan internasional belum meredakan serangan
Lebih dari empat tahun setelah dimulainya serangan besar-besaran Rusia terhadap Ukraina, kedua negara kini mengandalkan serangan jarak jauh untuk saling menekan. Namun, eskalasi itu justru memunculkan korban sipil baru dan mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk mengecam kedua belah pihak pekan lalu.
Organisasi Kesehatan Dunia juga mengecam serangan yang menghancurkan sebuah gudang berisi pasokan medis di Ukraina. Bagi layanan kesehatan, kerusakan seperti ini bukan sekadar kehilangan bangunan. Pasokan obat, alat medis, dan logistik darurat bisa ikut terganggu saat kebutuhan warga justru meningkat akibat perang yang tak mereda.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan Rusia mengandalkan serangan balistik. Melalui media sosial pada Minggu, ia menyebut 61 rudal dari berbagai jenis telah ditembakkan ke arah Ukraina sepanjang pekan ini. “Diperlukan lebih banyak tekanan, lebih banyak sanksi terhadap Rusia, serta lebih banyak sistem pertahanan udara bagi Ukraina,” ucap Zelensky dikutip dari AFP.
Serangan yang menewaskan tiga orang di wilayah Belgorod, Rusia, juga menunjukkan bahwa perang drone dan rudal kini berjalan dua arah dengan intensitas tinggi. Di lapangan, pola ini membuat warga di kedua negara harus menghadapi ancaman yang datang cepat, sulit diprediksi, dan kerap menghantam permukiman serta fasilitas umum.
Pekan ini, sorotan masih akan tertuju pada apakah tekanan diplomatik dan sanksi baru benar-benar bisa menahan laju serangan jarak jauh. Sebab, sampai Minggu, 9 Agustus 2026, jumlah korban sudah bertambah dan infrastruktur sipil kembali jadi target yang paling mahal biayanya.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.