JAKARTA — Polres Metro Jakarta Selatan menuntaskan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan di sebuah sekolah swasta kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan, pada Senin (10/8). Langkah ini dilakukan untuk memastikan lingkungan sekolah benar-benar steril dari sisa senjata maupun benda berbahaya lainnya, pasca-temuan ratusan pucuk senjata dan narkoba di lokasi tersebut.
Tim gabungan yang terdiri dari penyidik Polres Metro Jakarta Selatan, Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri, hingga perwakilan Dinas Pendidikan DKI Jakarta menyisir tiga ruangan krusial. Area yang diperiksa meliputi ruang eks ketua pengurus yayasan, ruang sekretaris, dan ruangan sarana-prasarana yayasan.
Kepastian Keamanan untuk Siswa
Plt Kepala Unit Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Selatan, Ipda Alpino De Tech, menegaskan bahwa pemeriksaan menyeluruh ini merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Tujuannya guna menghilangkan rasa cemas dari kalangan guru serta orang tua murid terkait keamanan di lingkungan sekolah.
“Kami lakukan bersama Puslabfor untuk memastikan tidak ada lagi barang-barang yang diduga berbahaya di sekolah itu,” ujar Alpino. Pihak kepolisian bahkan telah membuka kembali police line di tiga ruangan tersebut, setelah tim ahli menyatakan situasi sudah cukup aman untuk dimanfaatkan kembali oleh yayasan.
Meski pemeriksaan di lokasi utama telah dinyatakan rampung oleh penyidik, sekolah swasta tersebut masih memberlakukan kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Berdasarkan keterangan Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso, sistem PJJ akan berlangsung penuh mulai 10 hingga 14 Agustus 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya perlindungan siswa di tengah proses pendalaman kasus yang melibatkan ratusan senjata tersebut.
Temuan Tambahan di Lokasi
Proses olah TKP tidak hanya sebatas sterilisasi ruangan. Tim Puslabfor Polri dilaporkan berhasil mengamankan 30 item tambahan yang berkaitan dengan barang bukti utama. Barang-barang tersebut mencakup amunisi, magasin airsoft gun, hingga komponen pendukung seperti sasaran tembak dan gagang senjata.
Menariknya, temuan ini sempat memicu perdebatan mengenai aktivitas di sekolah. Pihak Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan secara tegas membantah adanya kegiatan ekstrakurikuler menembak di lembaga pendidikan tersebut.
Konfirmasi langsung dari pembina yayasan memperkuat dugaan bahwa ratusan senjata yang ditemukan—dengan jumlah mencapai 955 pucuk menurut catatan kepolisian dan 995 menurut laporan lapangan—tidak memiliki kaitan dengan kegiatan sekolah yang resmi.
Saat ini, pihak yayasan telah memberikan konfirmasi bahwa mereka siap melanjutkan aktivitas operasional. Kepolisian kini berfokus pada analisis mendalam terhadap sisa temuan barang bukti yang telah dikumpulkan guna mengungkap asal-usul ratusan senjata tersebut lebih lanjut.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.