JAKARTA, JOURNALARTA.COM – Rabu Wekasan kembali jadi perbincangan di kalangan umat Islam, khususnya menjelang akhir bulan Safar 1448 H. Tradisi ini, yang sudah mengakar kuat di masyarakat Jawa dan pesantren Nahdlatul Ulama (NU), kerap dipandang sebagai bentuk ikhtiar untuk menolak bala atau musibah.
Lalu, kapan tepatnya Rabu Wekasan 2026 ini jatuh dan amalan apa saja yang biasa dilakukan?
Rabu Wekasan 2026 Jatuh Tanggal Berapa?
Berdasarkan perhitungan kalender Hijriyah, 1 Safar 1448 H diperkirakan jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026. Dengan demikian, Rabu Wekasan 2026, yang merupakan hari Rabu terakhir di bulan Safar, akan jatuh pada:
Rabu, 26 Agustus 2026
Penting untuk diingat, penetapan awal bulan Safar ini dapat berbeda satu hari, tergantung pada hasil sidang isbat yang dilakukan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.
Makna dan Sejarah Rabu Wekasan
Istilah “Wekasan” berasal dari bahasa Jawa yang berarti “terakhir”. Oleh karena itu, Rabu Wekasan merujuk pada hari Rabu terakhir di bulan Safar. Dalam keyakinan sebagian ulama dan masyarakat, di bulan Safar, khususnya pada Rabu terakhirnya, Allah SWT menurunkan sejumlah bala atau ujian ke bumi.
Sebagai respons atas keyakinan ini, masyarakat melakukan berbagai bentuk ibadah dan doa bersama. Kegiatan ini seringkali dibarengi dengan sedekah. Semua ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar, memohon perlindungan kepada Allah SWT agar terhindar dari musibah dan bencana sepanjang tahun.
Tradisi ini, meski bukan suatu kewajiban dalam syariat Islam, telah menjadi bagian dari budaya yang dilestarikan di berbagai wilayah di Indonesia, terutama di Jawa, Madura, dan lingkungan pesantren.
5 Amalan yang Bisa Dilakukan Saat Rabu Wekasan
Beragam amalan sunah dianjurkan untuk dilakukan saat Rabu Wekasan. Amalan ini berfokus pada peningkatan ibadah dan sedekah, semata-mata untuk memohon perlindungan dari Allah SWT. Berikut beberapa amalan yang umum dilakukan:
- Sholat Sunnah Tolak Bala
Dilakukan sebanyak empat rakaat di waktu Dhuha. Tata caranya adalah pada setiap rakaat membaca Surat Al-Fatihah, lalu dilanjutkan dengan Surat Al-Kautsar sebanyak 17 kali, Surat Al-Ikhlas 5 kali, Surat Al-Falaq 1 kali, dan Surat An-Nas 1 kali. - Membaca Surat Yasin
Beberapa riwayat menganjurkan membaca Surat Yasin secara keseluruhan, dengan penekanan khusus pada pengulangan ayat 1-9 dan ayat ke-58, “Salamun qaulam mir Rabbir Rahim”, sebanyak 313 kali. - Sedekah dan Selamatan
Masyarakat seringkali membuat makanan khas seperti bubur, nasi tumpeng, atau berbagai jenis kue. Makanan ini kemudian dibagikan kepada tetangga, anak yatim, atau disumbangkan ke masjid dan musala sebagai bentuk sedekah. - Mandi Tolak Bala
Ada pula tradisi mandi sebelum waktu subuh dengan niat membersihkan diri secara lahir dan batin, serta memohon keselamatan dari segala bentuk marabahaya. - Doa Bersama dan Istighosah
Kegiatan doa bersama dan istighosah seringkali diselenggarakan di masjid, musala, atau di rumah-rumah. Ini adalah momen untuk bersama-sama memanjatkan doa memohon keselamatan dan keberkahan dari Allah.
Hukum Melaksanakan Rabu Wekasan
Para ulama Nahdlatul Ulama (NU) pada umumnya membolehkan pelaksanaan tradisi Rabu Wekasan. Namun, dengan catatan penting bahwa masyarakat tidak boleh meyakini bahwa amalan-amalan tersebut yang secara langsung menolak bala, melainkan hanya Allah SWT lah yang memiliki kuasa penuh atas segala sesuatu. Amalan-amalan yang dilakukan, seperti doa dan sedekah, memang sangat dianjurkan dalam ajaran Islam. Inti dari tradisi ini adalah memperbanyak ibadah dan memohon perlindungan Allah.
Rabu Wekasan 2026 akan jatuh pada Rabu, 26 Agustus 2026. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak doa, bersedekah, dan melaksanakan sholat sunah sebagai ikhtiar memohon perlindungan dan keselamatan dari Allah SWT. Penting untuk selalu meluruskan niat, bahwa segala ibadah dan permohonan hanya ditujukan kepada Allah SWT semata.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.