Ujian Politik bagi Petro
Di tengah kepulan debu dan ratapan warga, Presiden Gustavo Petro melontarkan janji tegas. Ia mencoba membalikkan narasi pengabaian pemerintah pusat yang selama ini melekat pada Chocó. “Chocó tidak akan pernah lagi menjadi tanah yang terlupakan,” ucap Petro saat meninjau situasi.
Ia menekankan bahwa setiap keluarga yang kehilangan tempat tinggal dan anggota keluarga menjadi prioritas utama pemerintahannya saat ini.
Retorika Petro kali ini terasa berbeda. Ia membawa nada yang lebih keras, yang oleh banyak pengamat dianggap sebagai upaya membangun citra populis serupa gaya Nayib Bukele di El Salvador atau Donald Trump.
Fokusnya adalah pada klaim ketegasan pemerintah dalam memulihkan ketertiban sekaligus memberikan bantuan langsung. Bagi Petro, kesuksesan menangani gempa ini adalah pertaruhan besar.
Ia perlu memastikan bahwa bantuan tidak hanya sampai ke kota besar, tapi juga menembus pelosok Chocó yang selama ini termarginalkan.
Skeptisisme publik pun mulai muncul. Apakah pemerintah sanggup memulihkan kawasan yang secara historis sudah tertinggal jauh? Jawabannya kini bergantung pada kecepatan distribusi bantuan dan efektivitas koordinasi di lapangan.
Kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan administrasi Petro akan ditentukan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, di bawah reruntuhan, ribuan orang masih hilang, dan harapan keluarga kini sepenuhnya tertumpu pada tim pencari yang terus bekerja keras di bawah bayang-bayang gempa susulan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.