WASHINGTON — foto gerhana Trump kembali jadi bahan olok-olok setelah White House membagikan ulang gambar Presiden Donald Trump yang pernah menatap matahari saat gerhana 2017 tanpa pelindung mata. Unggahan itu muncul Rabu siang, tepat ketika gerhana matahari terbaru menyedot perhatian jutaan orang di Amerika Serikat dan Inggris.
Bagi banyak warganet, momen itu bukan sekadar nostalgia. Pesannya terasa berisiko. Di saat otoritas kesehatan terus mengingatkan agar orang memakai kacamata gerhana, foto lama Trump justru memperlihatkan seorang presiden menantang imbauan keselamatan yang paling dasar.
Foto gerhana Trump yang kembali dipajang White House
Gambar yang dibagikan White House itu diambil pada 21 Agustus 2017. Saat itu Trump, yang berusia 71 tahun, terlihat berdiri di Blue Room Balcony Gedung Putih, mendongak ke langit dengan mata terbuka saat gerhana terjadi.
Dalam laporan pool White House pada hari yang sama, salah satu staf penerintahan terdengar berteriak, “Don’t look!” Namun Trump tetap mengarah ke atas. Diam sebentar. Lalu viral.
Sejak itu, foto tersebut berkali-kali muncul lagi di media sosial setiap kali gerhana matahari terjadi. Bukan karena kualitas gambarnya. Justru karena simbolnya kuat: seorang presiden AS yang tampak mengabaikan peringatan keselamatan di depan publik.
Reaksi keras di media sosial
Unggahan ulang White House langsung memantik ejekan baru. Sejumlah pengguna X menyebut langkah itu tidak bijak karena berpotensi mendorong orang lain meniru tindakan berbahaya yang sama.
“Unlike Trump, Do NOT look directly at the Sun during any phase of a solar eclipse without proper eye protection. Even a few seconds of unprotected viewing can cause solar retinopathy, permanent damage to the retina,” tulis influencer liberal Ed Krassenstein. Ia menambahkan, “This TWEET is irresponsible and dangerous,”.
Pengguna lain juga menyorot ironi unggahan itu. Ada yang menulis bahwa langkah White House itu seperti merangkum masa jabatan Trump dalam satu gambar, sementara yang lain menyebutnya tindakan yang mempermalukan Amerika. Nada komentar publik jelas: banyak yang melihat unggahan itu bukan sebagai candaan, melainkan peringatan yang dibalikkan menjadi lelucon.
Kenapa unggahan ini sensitif
Soal gerhana matahari, risikonya nyata. Melihat matahari langsung saat gerhana tanpa perlindungan dapat merusak retina, dan kerusakannya bisa permanen. Karena itu, orang biasanya memakai solar filters atau “eclipse glasses” saat menyaksikan fenomena tersebut.
Masalahnya, unggahan White House hadir di tengah momen ketika perhatian publik sedang tertuju ke langit. Pesan visual seperti ini mudah menyebar, mudah dipotong, dan mudah ditafsirkan sebagai candaan yang menormalisasi perilaku berbahaya. Itu sebabnya kritik datang cepat. Cepat sekali.
Bagi biro komunikasi kepresidenan, satu unggahan bisa mengubah narasi dalam hitungan menit. Untuk publik, kasus ini kembali mengingatkan bahwa gambar lama kadang lebih tajam dari pernyataan baru. Dan selama gerhana masih memancing rasa penasaran massal, setiap pesan dari akun resmi akan tetap dibaca dua kali oleh warganet yang curiga dan media yang siap mengutipnya lagi.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.