Kamis, 13 Agustus 2026 WIB
BREAKING
TEKNOLOGI

Sulap Android Jadi PC: Nubia Z70 Ultra Bisa Main Game Witcher 3

Sulap Android Jadi PC
Sulap Android Jadi PC

JAKARTA — Mengubah ponsel Android menjadi perangkat komputasi desktop bukan lagi sekadar angan-angan. Seorang pengguna Reddit dengan nama akun ‘ntsow’ berhasil membuktikan bahwa ponsel pintar bisa disulap menjadi PC performa tinggi melalui modifikasi perangkat keras yang ekstrem dan kreatif.

Pengguna tersebut menggunakan Nubia Z70 Ultra yang dibongkar layarnya untuk memindahkan modul tampilan ke depan casing akrilik khusus. Inti dari modifikasi ini terletak pada sistem pendinginan yang tidak lazim.

Ponsel itu dijepit di antara dua pendingin CPU desktop berukuran besar, yang dipasang langsung bersentuhan dengan pelindung chip Snapdragon untuk mencegah *overheating* saat ponsel dipaksa bekerja berat.

Dilaporkan oleh Wccftech, modifikasi ini memungkinkan ponsel menjalankan sistem operasi Linux desktop XFCE melalui Termux dengan akselerasi GPU.

Pengguna juga memanfaatkan Wine dan Box64, serta emulator GameNative untuk menjalankan aplikasi dan gim berbasis Windows di atas arsitektur seluler tersebut.

Dengan kapasitas RAM sebesar 24GB, sistem ini mampu menangani beban kerja komputasi yang biasanya hanya sanggup dilakukan oleh perangkat desktop konvensional.

Performa Gaming dan Stabilitas Chip

Salah satu hasil paling mencolok dari eksperimen ini adalah kemampuannya menjalankan gim berat, seperti The Witcher 3, pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis ‘ultra’. Secara teknis, sistem ini mampu menghasilkan *frame rate* antara 20 hingga 30 fps, bahkan terkadang menembus angka di atas 30 fps.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran sistem pendingin tambahan yang memungkinkan chipset Snapdragon pada ponsel bekerja secara maksimal tanpa *thermal throttling*. Pengguna menjelaskan bahwa suhu yang sempat terlihat tinggi dalam tangkapan layar saat memainkan The Witcher 3 disebabkan oleh penggunaan ‘Diablo Mode’, yakni mode performa puncak yang melakukan *overclocking* pada komponen ponsel.

Jika mode tersebut dimatikan, suhu operasional ponsel akan jauh lebih stabil, meski *frame rate* yang dihasilkan tentu tidak akan setinggi saat mode performa dipacu. Menariknya, chipset yang digunakan dalam eksperimen ini adalah Snapdragon 8 Elite.

Sang modifikator menyebut bahwa potensi performa ini bahkan bisa lebih tinggi jika menggunakan prosesor generasi terbaru yang memiliki kecepatan *clock* hingga 4.6GHz.

Inovasi ini membuka perspektif baru mengenai masa depan perangkat seluler. Meskipun modifikasi ini masuk dalam kategori ekstrem dan memerlukan keahlian bongkar-pasang perangkat keras, langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa batas antara ponsel dan PC semakin kabur seiring meningkatnya kapasitas komputasi pada perangkat genggam.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kode Redeem FC Mobile Terbaru Hari Ini 13 Agustus 2026: Klaim Pack & Coins Gratis