Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
POLITIK PEMERINTAHAN

Kemlu Ungkap 5 Usul RI untuk Palestina dalam Pertemuan Menteri di Yordania

Pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania dengan delegasi dari berbagai negara
Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia menghadiri pertemuan mengenai status Yerusalem bersama delegasi negara lain di Amman, Yordania. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Indonesia mengajukan lima langkah konkret untuk memperkuat dukungan internasional terhadap Palestina dalam pertemuan tingkat menteri mengenai Yerusalem di Amman, Yordania. Usulan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir pada Rabu (5/8), dan kemudian dikonfirmasi Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Achmad Mulachela di Jakarta pada Kamis (13/8).

Lima langkah itu menjadi bagian dari upaya Indonesia mengubah pendekatan lama yang selama ini ditempuh komunitas internasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

Lima Langkah Konkret Indonesia

Nabyl menjelaskan kelima usulan tersebut meliputi: membangun strategi berdasarkan persatuan; mengambil langkah menegakkan hukum internasional dan putusan Mahkamah Internasional; memperluas pengakuan internasional terhadap Palestina; memperkuat upaya perlindungan Masjid Al-Aqsa; dan mendukung rekonstruksi Gaza, persatuan Palestina, serta dukungan bagi UNRWA (United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East).

“Bapak Wakil Menteri Luar Negeri telah mengusulkan lima langkah konkret dalam pertemuan tersebut agar komunitas internasional tidak lagi hanya menggunakan cara-cara yang lama,” kata Nabyl dalam Press Briefing Mengenai Isu Terkini Polugri di Kementerian Luar Negeri.

Kelima langkah ini tercermin dalam joint statement yang dihasilkan dari pertemuan tingkat menteri tersebut. Pernyataan bersama itu menekankan penguatan institusi Palestina di Yerusalem dan penolakan terhadap tindakan unilateral pemindahan misi diplomatik ke Yerusalem, yang Indonesia anggap bertentangan dengan hukum internasional.

Respons Terhadap Pelanggaran Israel

Dalam pertemuan tersebut, Arrmanatha juga menyampaikan kecaman keras atas kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional di wilayah Palestina, termasuk Yerusalem Timur, kompleks Masjid Al-Aqsa, dan Tepi Barat. Pertemuan dihadiri oleh sejumlah negara, antara lain pejabat tinggi dari Aljazair, Arab Saudi, Irak, Mesir, Turki, Tunisia, dan negara lainnya, serta Sekjen Liga Arab.

Nabyl menegaskan bahwa Indonesia juga menyampaikan dukungan terhadap Hashemite Custodianship atau tempat suci di Yerusalem dan kemerdekaan Palestina berdasarkan hukum internasional. “Perjuangan kemerdekaan Palestina bukan sekadar milik satu komunitas agama, tetapi merupakan aspirasi universal untuk keadilan dan perdamaian,” ujar juru bicara itu.

Komitmen Jangka Panjang Indonesia

Dukungan terhadap kemerdekaan Palestina merupakan prioritas politik luar negeri Indonesia yang konsisten. Indonesia terus mendorong kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, bukan sebagai kota yang berstatus internasional atau di bawah kontrol pihak lain.

Nabyl menekankan bahwa partisipasi Indonesia dalam pertemuan Amman ini mencerminkan ketegasan komitmen nasional untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina. “Kami berkomitmen untuk menegakkan hukum internasional dan mendorong terwujudnya perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Timur Tengah,” katanya dalam jumpa pers tersebut.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda