Peran ASEAN yang Melemah
ASEAN seharusnya menjadi platform bagi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mempertahankan ruang maneuver. Namun, organisasi regional ini semakin terombang-ambing karena perbedaan kepentingan anggotanya. Filipina condong ke Amerika, Laos lebih dekat Cina, sementara Indonesia mencoba menyeimbangkan keduanya.
Situasi ini menempatkan Bebas Aktif dalam ujian nyata. Prinsip itu tidak boleh dipahami sebagai netralisme murni, melainkan kemampuan memilih mitra sesuai kepentingan nasional tanpa jadi instrumen kekuatan besar. Latihan navigasi dengan Cina di dekat Taiwan bisa saja strategis, asalkan didorong oleh kalkulasi Indonesia sendiri, bukan tekanan eksternal.
Momentum untuk Klarifikasi
Pemerintah Indonesia perlu memanfaatkan momentum saat ini untuk mengklarifikasi ulang makna Bebas Aktif di era multipolaritas. Transparansi tentang alasan setiap keputusan diplomatik dan militer akan memperkuat legitimasi kebijakan luar negeri di mata publik domestik maupun dunia internasional.
Kepentingan siapa yang sesungguhnya terlayani ketika Indonesia ambil langkah tertentu? Jika jawaban itu bersumber dari kalkulasi nasional yang jernih, maka Bebas Aktif masih hidup. Jika hanya mengikuti arus kekuatan besar, maka prinsip itu sudah menjadi slogan kosong. Pilihan ada di tangan pengambil keputusan Jakarta dalam setiap gerak langkah strategis ke depan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.