Jumat, 14 Agustus 2026 WIB
BREAKING
NASIONAL

Kepentingan Siapa di Balik Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Kepentingan Siapa di Balik Politik Luar Negeri Bebas Aktif?
Kepentingan Siapa di Balik Politik Luar Negeri Bebas Aktif?

Peran ASEAN yang Melemah

ASEAN seharusnya menjadi platform bagi Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya untuk mempertahankan ruang maneuver. Namun, organisasi regional ini semakin terombang-ambing karena perbedaan kepentingan anggotanya. Filipina condong ke Amerika, Laos lebih dekat Cina, sementara Indonesia mencoba menyeimbangkan keduanya.

Situasi ini menempatkan Bebas Aktif dalam ujian nyata. Prinsip itu tidak boleh dipahami sebagai netralisme murni, melainkan kemampuan memilih mitra sesuai kepentingan nasional tanpa jadi instrumen kekuatan besar. Latihan navigasi dengan Cina di dekat Taiwan bisa saja strategis, asalkan didorong oleh kalkulasi Indonesia sendiri, bukan tekanan eksternal.

Momentum untuk Klarifikasi

Pemerintah Indonesia perlu memanfaatkan momentum saat ini untuk mengklarifikasi ulang makna Bebas Aktif di era multipolaritas. Transparansi tentang alasan setiap keputusan diplomatik dan militer akan memperkuat legitimasi kebijakan luar negeri di mata publik domestik maupun dunia internasional.

Kepentingan siapa yang sesungguhnya terlayani ketika Indonesia ambil langkah tertentu? Jika jawaban itu bersumber dari kalkulasi nasional yang jernih, maka Bebas Aktif masih hidup. Jika hanya mengikuti arus kekuatan besar, maka prinsip itu sudah menjadi slogan kosong. Pilihan ada di tangan pengambil keputusan Jakarta dalam setiap gerak langkah strategis ke depan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Cek Penerima Bansos PKH & BPNT Kemensos 14 Agustus 2026: Cara Cek NIK KTP Online