BOGOR — Kepala sekolah SMP Negeri di Bogor mengadakan pertemuan dengan semua pihak terkait insiden bullying yang menimpa tiga siswi berseragam pramuka. Seorang alumni diduga menampar korban, kasus yang sempat viral di media sosial dan menimbulkan kekhawatiran di lingkungan sekolah.
Kepala sekolah Reni Supriyati mengaku kecewa dengan kejadian tersebut. “Saya mewakili dari SMP merasa juga kecewa dengan adanya kejadian ini, kami tidak menyangka adanya kejadian ini. Jadi tiga siswa SMP Negeri itu menjadi korban pembulyan,” katanya pada Kamis (13/8/2026).
Pertemuan itu melibatkan orangtua korban dan pihak sekolah dari mana pelaku berasal. Reni mengatakan inisiatif ini bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan tanggung jawab bersama dan keamanan siswa ke depannya.
“Kenapa kami berinisiatif mengumpulkan anak-anak dan juga mengundang pihak sekolah dari siswa yang membully anak-anak kami, bukan untuk mencari kesalahan. Tetapi untuk pertanggungjawaban dan keamanan dan ke depan seperti apa untuk melindungi anak-anak kami, seperti apa supaya anak-anak kami tidak takut untuk bersekolah,” ujar Reni.
Kepala sekolah itu menekankan bahwa tanpa pertemuan tatap muka, risiko kejadian terulang lebih besar. Orangtua korban telah memaafkan pelaku setelah mediasi berlangsung.
Kasus Diselesaikan Secara Kekeluargaan
Polsek Bogor Tengah memastikan kasus diselesaikan melalui jalur kekeluargaan mengingat usia pelaku yang masih di bawah umur. Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah Ipda Budi Setiawan menjelaskan bahwa keluarga korban dan pelaku telah berdamai tanpa melanjutkan ke ranah hukum.
“Betul, untuk masalah hukumnya adalah disepakati oleh pihak keluarga korban, karena menimbang bahwa usia anak yang juga masih di bawah umur, sehingga berkesimpulan bahwa permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan, tidak sampai dibawa ke ranah hukum,” kata Budi pada hari yang sama.
Mediasi antar keluarga telah menghasilkan kesepakatan damai. Namun, video perundungan tersebut sempat beredar dan menjadi viral di media sosial, memicu respons dari pihak sekolah dan aparat.
Polisi Ambil Langkah Proaktif
Polisi kemudian melakukan kunjungan ke kedua sekolah yang terlibat untuk mengonfirmasi identitas pelajar dalam video viral dan menindaklanjuti mediasi keluarga. Langkah jemput bola ini dilakukan siang hari untuk memverifikasi keadaan.
Budi menekankan bahwa dari peristiwa ini, semua pihak berkomitmen menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Pelaku telah membuat pernyataan janji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.
“Kesimpulannya dari peristiwa ini bahwa permasalahan tersebut tidak diselesaikan lewat jalur hukum, dan kedua belah pihak tetap menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan. Dan yang paling utama mereka itu membuat pernyataan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut,” tutup Budi.
Dengan penyelesaian ini, diharapkan iklim keamanan di sekolah dapat pulih dan siswa merasa terlindungi kembali.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.