NTT, JOURNALARTA.COM – Gempa bumi dengan Magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pukul 04:58:24 WIB. Meski sempat memicu peringatan dini tsunami, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan status peringatan tersebut telah berakhir.
Guncangan kuat dengan kedalaman 15 kilometer ini berpusat di koordinat 8.41 Lintang Selatan dan 121.39 Bujur Timur. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, serta mengikuti arahan resmi dari otoritas terkait.
Detail Gempa 7,7 NTT Menurut BMKG InaTEWS
Berdasarkan data dari Indonesia Tsunami Early Warning System (InaTEWS) BMKG, rincian gempa yang terjadi adalah sebagai berikut:
| Keterangan | Detail |
|---|---|
| Waktu | 15-08-26 04:58:24 WIB |
| Magnitudo | 7,7 |
| Kedalaman | 15 Km |
| Koordinat | 8.41 LS, 121.39 BT |
| Status Tsunami | TSUNAMI TELAH BERAKHIR |
Pernyataan BMKG menegaskan bahwa peringatan dini tsunami yang disebabkan oleh gempa tersebut telah dicabut, mengakhiri rangkaian buletin tsunami sebelumnya.
Arahan Penting BMKG Pasca Gempa dan Tsunami
Meskipun peringatan tsunami telah berakhir, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan BMKG. Kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan dan kerusakan infrastruktur tetap menjadi prioritas.
Berikut adalah beberapa langkah yang harus dilakukan sesudah gempa bumi:
- Jika Anda berada di dalam bangunan: Segera keluar dari bangunan dengan tertib. Hindari penggunaan lift dan pilih tangga biasa. Periksa apakah ada yang terluka dan berikan P3K jika diperlukan. Segera hubungi bantuan jika ada luka parah.
- Periksa lingkungan sekitar: Pastikan tidak ada kebocoran gas, korsleting listrik, atau kerusakan pipa air. Matikan aliran listrik dan jangan menyalakan api jika tercium bau gas atau ada potensi bahaya lainnya.
- Jangan memasuki bangunan yang terdampak: Bangunan yang sudah terkena gempa berpotensi mengalami reruntuhan susulan. Jauhi area tersebut untuk menghindari risiko.
- Waspada di area terdampak: Hindari berjalan di sekitar lokasi gempa. Perhatikan lingkungan sekitar untuk kemungkinan bahaya susulan, termasuk gempa susulan.
- Ikuti informasi resmi: Pantau terus informasi dari sumber resmi seperti radio dan situs BMKG. Jangan mudah percaya pada isu atau berita yang belum jelas kebenarannya.
Buletin ini merupakan buletin terakhir dari rangkaian buletin tsunami sebelumnya. Untuk informasi katalog gempa lengkap, masyarakat dapat mengaksesnya melalui http://repogempa.bmkg.go.id.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan ke BPBD setempat jika menemukan kerusakan infrastruktur atau dampak lain akibat gempa. Kewaspadaan kolektif sangat dibutuhkan dalam situasi pasca bencana.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.