Sabtu, 15 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Gugatan Airbnb: Ayah Polri AS Trauma Usai Istri dan Bayi Tewas

Gugatan Airbnb
Gugatan Airbnb

JAKARTA — Seorang mantan polisi Massachusetts menggugat Airbnb setelah kebakaran rumah sewa di Salt Point, Dutchess County, New York, menewaskan istrinya dan bayi mereka. Dalam gugatan federal yang dilihat The Independent, John Hubbard IV, 40, disebut masih dihantui suara minta tolong dari istrinya saat api menjebak keluarganya pada 13 Oktober 2024.

Tragedi itu membuat Hubbard berhenti bekerja dan fokus membesarkan anaknya yang selamat. Gugatan juga menyebut putra mereka yang berusia 3 tahun selamat, tetapi akan mengalami perubahan besar akibat peristiwa itu.

Airbnb digugat atas rumah yang disebut tak aman

Dalam berkas perkara, Hubbard menuduh pemilik rumah Dennis dan Meredith Darcy menampilkan properti itu seolah dilengkapi detektor asap dan karbon monoksida. Menurut gugatan, perangkat itu tak pernah dipasang. Alasannya, kata penggugat, untuk “save a buck”.

Gugatan itu juga menempatkan Airbnb sebagai tergugat. Pihak penggugat menilai perusahaan dan pemilik rumah ikut bertanggung jawab karena daftar sewa dinilai menyesatkan dan kondisi properti disebut tidak sesuai aturan keselamatan.

“will never be able to recover from hearing his wife through a trapped door while their lives ended in flames and smoke,” demikian bunyi isi keluhan yang dikutip dalam bahan sumber.

Kuasa hukum Hubbard, Eric Green, mengatakan kepada The Independent bahwa Hubbard dan anaknya masih menjalani terapi. “It’s something that doesn’t go away,” ujarnya.

Shawn Green, yang juga mendampingi perkara itu, menilai keluarga Hubbard telah meneliti tempat menginap mereka, tetapi informasi di daftar sewa ternyata salah. “It said it had smoke detectors, when it did not,” katanya.

Kronologi kebakaran di Salt Point

Menurut gugatan, keluarga Hubbard — John, istrinya Shannon, serta dua anak mereka, Jack dan Maggie — datang ke Airbnb itu untuk menikmati suasana gugur dan bertemu kerabat. Mereka menginap di rumah 4 kamar tidur dan 2,5 kamar mandi di Salt Point, sebuah kota kecil yang tenang di Upstate New York.

Pada saat kejadian, John dan Shannon sedang bersantai di teras. Lalu mereka mencium asap. John segera menelepon 911, sementara Shannon berlari masuk ke dalam rumah.

New York State Police, East Clinton Fire Department, dan Dutchess County Fire Investigation Division kemudian merespons kebakaran itu. Menurut rilis resmi yang disebut dalam bahan, Shannon dan anak-anak ditemukan di lantai dua rumah. Keduanya kemudian dibawa ke rumah sakit di wilayah itu. Shannon dan Maggie dinyatakan meninggal.

Penyelidik menyimpulkan api berasal dari chimney flue dan bukan pembakaran yang disengaja.

Namun, penyelidikan State Police menemukan properti itu tidak memiliki izin yang dipersyaratkan dan “was not properly equipped with functional smoke detectors.” Kantor jaksa wilayah Dutchess County bahkan menyebut pasangan Darcy “deliberately ignored the significant and unjustifiable risk of death” karena tidak memasang detektor.

Dampak yang kini ditanggung keluarga Hubbard

Gugatan itu menggambarkan luka yang jauh melampaui malam kebakaran. Hubbard, yang sebelumnya bertugas lebih dari 15 tahun sebagai polisi, disebut terpaksa pensiun agar bisa fokus pada “new responsibilities as a single parent.”

Ia juga harus hidup dengan ingatan yang terus kembali. Dalam keluhan yang sama, ia disebut tidak akan pernah pulih setelah mendengar istrinya dari balik pintu yang terjebak, sementara hidup mereka berakhir dalam api dan asap.

Bagi putranya, Jack, dampaknya juga disebut berat. Ia mengalami luka bakar serius, menghirup asap, dan akan memikul “life-long trauma” akibat kebakaran itu. Gugatan menyebut Jack terus bertanya soal ibu dan adiknya, menatap foto keduanya, lalu sulit jauh dari sisi ayahnya.

Shannon Hubbard digambarkan sebagai guru yang bekerja dengan anak-anak berkebutuhan khusus. Dalam gugatan, ia disebut mencintai buku, kegiatan luar ruang, pantai, dan hidup di Cape Cod. Maggie, yang masih sangat kecil, disebut memiliki kepribadian tegas, percaya diri, dan penuh semangat.

Airbnb, melalui juru bicaranya, menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga mereka. Perusahaan itu menyebut “strongly urges” para host untuk memasang detektor asap di rumah mereka dan menyediakan perangkat itu gratis bagi pemilik rumah yang memenuhi syarat.

Perkara ini kini menambah tekanan bagi Airbnb dan para pemilik properti sewaan jangka pendek, sebab pusat perselisihannya sederhana tapi fatal: apakah daftar properti bisa dipercaya saat menyangkut keselamatan dasar penghuni, dan siapa yang menanggung akibat ketika informasi itu ternyata salah.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda