Kamis, 20 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Laura Loomer Tuduh Staf Gedung Putih Bocorkan Natalie Harp

Laura Loomer tuduh bocoran Natalie Harp dari Gedung Putih
Laura Loomer menuding cerita negatif soal Natalie Harp berasal dari dalam Gedung Putih. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Laura Loomer menuduh cerita negatif soal Natalie Harp, asisten eksekutif Presiden Donald Trump, dibocorkan dari dalam Gedung Putih. Aktivis konservatif yang dikenal dekat dengan Trump itu menulis di X pada Rabu bahwa staf West Wing iri pada Harp dan terganggu oleh loyalitasnya.

Tuduhan itu menambah sorotan terhadap Harp, 35 tahun, yang dalam beberapa bulan terakhir kerap muncul di pusat perhatian media. Harp disebut membantu mengelola akun Truth Social Trump dan menangani sejumlah tugas administrasi lain untuk presiden.

Laura Loomer sebut ada “banyak pelapor” di Gedung Putih

Loomer menulis, “Make no mistake, the nasty stories you’re seeing about Natalie Harp that are being posted are coming from inside the West Wing,” seraya menambahkan, “A lot of the people who work for President Trump suffer from major professional jealousy and they are very bothered by loyalty.”

Ia juga mempertanyakan bagaimana media bisa mengetahui detail pekerjaan Harp dan percakapannya dengan Trump tanpa ada rekan kerja yang berbicara buruk tentang dia. Dalam unggahan lanjutan, Loomer menulis, “Someone who works with her must want her job.”

Loomer kemudian menyatakan Trump dikelilingi orang-orang yang menempatkan ambisi pribadi di atas loyalitas. “There are way too many leakers in the WH,” tulisnya. “This is why vetting matters.”

The Independent melaporkan telah meminta komentar dari Gedung Putih. Hingga bahan ini disusun, belum ada tanggapan yang disertakan dalam sumber.

Sorotan terhadap Harp makin tajam

Nama Harp memang sudah lama jadi bahan perhatian. Dalam buku terbaru, jurnalis New York Times Maggie Haberman dan Jonathan Swan melaporkan Harp dikenal meninggalkan catatan yang sangat memuji Trump, termasuk pesan berbunyi, “You are all that matters to me.” Keduanya menyebut telah mewawancarai banyak orang dalam Washington untuk buku itu.

Haberman juga pernah menyebut Harp, mantan pembawa acara One America News Network, sebagai “binkie” dan “comfort blanket” Trump. Sementara itu, saudara laki-lakinya yang telah lama menjauh dari Harp menyebut hubungannya dengan presiden sebagai “very unhealthy”.

Halaman:12Semua Halaman

(AG)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda