JAKARTA — Laura Loomer menuduh cerita negatif soal Natalie Harp, asisten eksekutif Presiden Donald Trump, dibocorkan dari dalam Gedung Putih. Aktivis konservatif yang dikenal dekat dengan Trump itu menulis di X pada Rabu bahwa staf West Wing iri pada Harp dan terganggu oleh loyalitasnya.
Tuduhan itu menambah sorotan terhadap Harp, 35 tahun, yang dalam beberapa bulan terakhir kerap muncul di pusat perhatian media. Harp disebut membantu mengelola akun Truth Social Trump dan menangani sejumlah tugas administrasi lain untuk presiden.
Laura Loomer sebut ada “banyak pelapor” di Gedung Putih
Loomer menulis, “Make no mistake, the nasty stories you’re seeing about Natalie Harp that are being posted are coming from inside the West Wing,” seraya menambahkan, “A lot of the people who work for President Trump suffer from major professional jealousy and they are very bothered by loyalty.”
Ia juga mempertanyakan bagaimana media bisa mengetahui detail pekerjaan Harp dan percakapannya dengan Trump tanpa ada rekan kerja yang berbicara buruk tentang dia. Dalam unggahan lanjutan, Loomer menulis, “Someone who works with her must want her job.”
Loomer kemudian menyatakan Trump dikelilingi orang-orang yang menempatkan ambisi pribadi di atas loyalitas. “There are way too many leakers in the WH,” tulisnya. “This is why vetting matters.”
The Independent melaporkan telah meminta komentar dari Gedung Putih. Hingga bahan ini disusun, belum ada tanggapan yang disertakan dalam sumber.
Sorotan terhadap Harp makin tajam
Nama Harp memang sudah lama jadi bahan perhatian. Dalam buku terbaru, jurnalis New York Times Maggie Haberman dan Jonathan Swan melaporkan Harp dikenal meninggalkan catatan yang sangat memuji Trump, termasuk pesan berbunyi, “You are all that matters to me.” Keduanya menyebut telah mewawancarai banyak orang dalam Washington untuk buku itu.
Haberman juga pernah menyebut Harp, mantan pembawa acara One America News Network, sebagai “binkie” dan “comfort blanket” Trump. Sementara itu, saudara laki-lakinya yang telah lama menjauh dari Harp menyebut hubungannya dengan presiden sebagai “very unhealthy”.
CNN juga melaporkan bahwa pada 2023, Harp melompat ke bagasi SUV saat tidak ada tempat untuknya di iring-iringan mobil Trump menuju sidang di New York. Laporan itu ikut menguatkan kesan bahwa Harp selalu berada sangat dekat dengan Trump.
Di saat yang sama, Haberman mengatakan Harp punya pengaruh besar sebagai “conduit for information” ke presiden. “She is in almost every single — I mean, really I’m not kidding — almost every single meeting,” kata Haberman kepada MS NOW.
Gedung Putih membela, oposisi ikut menyerang
Gedung Putih sebelumnya membela Harp dengan keras. Seorang juru bicara mengatakan kepada The Independent bahwa tidak ada presiden yang membangun loyalitas sebesar Trump di antara staf dan pejabat pemerintahannya. “Natalie Harp is a beloved White House Official, and the Fake News Media will never understand what it’s like to be as trusted and admired as her,” kata juru bicara itu.
Sorotan juga meningkat setelah dilaporkan bahwa Harp termasuk di antara sedikit ajudan yang dipilih mendampingi Trump dalam pesawat militer yang berangkat dari Turki bulan lalu.
Laporan itu memicu komentar Senator Jon Ossoff dari Partai Demokrat Georgia, yang di sebuah rapat umum menyinggung bahwa Trump “wants to build his ballroom and travel with Natalie on their apparently defenseless flying palace gifted by the Emir of Qatar.”
Ucapan Ossoff memancing penolakan dari sejumlah tokoh konservatif, termasuk Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung dan komentator CNN Scott Jennings.
Jennings menulis di X bahwa Trump telah mengangkat perempuan dalam politik lebih dari presiden mana pun dan menyebut Ossoff sebagai “a despicable coward” yang menyerang penyintas kanker dan pelayan publik yang loyal, merujuk pada perjuangan Harp melawan kanker tulang.
Tapi tak semua sekutu Trump bereaksi dengan nada sama. Pembawa acara Fox News Jesse Watters mengatakan pada Selasa bahwa ia tidak terganggu oleh komentar Ossoff. “Am I fazed by this comment? No,” kata Watters. “Has Trump said so much worse? So much more sleazy things against other people? Yes.
Have I defended those things? Absolutely. So I’m not going to pretend I’m all hot and bothered about it, and the president doesn’t care.”
Dengan perdebatan soal loyalitas, kebocoran internal, dan pengaruh Harp yang terus melekat di lingkar Trump, Gedung Putih kembali berada di bawah lampu sorot. Tuduhan Loomer hanya menambah satu lapis baru dalam perebutan narasi di sekitar staf yang paling dekat dengan presiden.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.