Komisioner Uni Eropa untuk manajemen krisis, Hadja Lahbib, mengatakan di X bahwa Belgia telah meminta bantuan internasional lewat mekanisme perlindungan sipil Uni Eropa. “The High Fens are burning. Belgium is not facing it alone,” ujarnya. Swedia mengirim dua pesawat pembom air, sementara tiga helikopter tambahan — dua dari Belanda dan satu dari Ceko — ikut dikerahkan untuk membantu.
Gelombang panas memperburuk situasi
Kebakaran ini terjadi setelah berminggu-minggu cuaca panas dan kering yang tidak biasa. Belgia juga mengalami gelombang panas lain pekan ini, dengan suhu mendekati 37 C di beberapa wilayah pada Jumat. Kombinasi tanah yang sangat kering, lahan gambut, dan hembusan angin membuat api mudah membesar.
BBC World melaporkan kebakaran itu telah membesar lebih dari dua kali lipat dalam 24 jam pada hari ketiga, dengan total area terbakar mencapai 3.000 hektare. Angka itu sejalan dengan hitungan 30 kilometer persegi yang disampaikan otoritas Belgia dan menunjukkan skala kebakaran yang terus naik cepat.
Di Monschau, Jerman, pemerintah setempat menyebut api berada sekitar 1,5 kilometer dari perbatasan pada Minggu. Api belum diperkirakan menyeberang ke wilayah Jerman, tetapi asap dipastikan bergerak lintas batas.
Di saat bersamaan, petugas di Hürtgen, Jerman, sudah berhasil mengendalikan kebakaran hutan lain dan sekitar 2.000 warga yang sempat dievakuasi dari desa Gey telah kembali ke rumah mereka pada Sabtu malam, menurut dpa.
“We’re dealing with something much deeper because we have very dry soil,” kata Nicolas Yernaux, juru bicara Public Service of Wallonia. Kalimat itu jadi gambaran paling sederhana dari bencana yang kini dikejar dari udara dan darat sekaligus.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.