Selasa, 18 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HIBURAN

Sinopsis Land of Bad: Aksi Perang Brutal Liam Hemsworth dan Russell Crowe

Sinopsis Land of Bad
Sinopsis Land of Bad: Aksi Perang Brutal Liam Hemsworth dan Russell Crowe. Credit: Dok. JournalArta

JAKARTA, JOURNALARTA.COMFilm aksi militer terbaru Land of Bad resmi tayang di bioskop Indonesia pada 21 Februari 2024. Disutradarai oleh William Eubank, yang sebelumnya sukses dengan Underwater, film ini mempertemukan dua aktor kawakan Hollywood, Liam Hemsworth dan Russell Crowe, dalam sebuah narasi perang modern yang intens.

Film ini menawarkan perspektif segar dalam genre perang, memadukan pertempuran darat yang brutal dengan strategi canggih dari operator drone. Penonton diajak melihat bagaimana sinergi antara prajurit di medan perang dan operator di ruang kontrol menjadi kunci bertahan hidup di tengah baku tembak.

Misi Gagal di Filipina Selatan

Land of Bad mengisahkan operasi rahasia tim Delta Force Angkatan Darat AS di Filipina Selatan. Misi mereka adalah menyelamatkan agen CIA yang disandera kelompok teroris. Namun, operasi ini berubah menjadi malapetaka saat tim disergap musuh, menyebabkan sebagian besar anggota tewas di tempat.

Satu-satunya yang tersisa adalah Sersan J.J. “Playboy” Kinney, seorang JTAC (Joint Terminal Attack Controller) pemula yang diperankan oleh Liam Hemsworth. Terjebak sendirian di wilayah musuh, harapan Kinney hanya bergantung pada Kapten Eddie “Reaper” Grimm, seorang pilot drone Angkatan Udara yang diperankan oleh Russell Crowe.

Selama 48 jam yang menegangkan, Reaper memandu Kinney melalui radio dan pantauan drone, memberikan informasi dan dukungan serangan udara. Di sisi lain, Kinney harus berjuang mati-matian melewati hutan rimba, menghadapi ratusan teroris, demi mencapai titik evakuasi yang dijanjikan. Ini adalah pertarungan hidup dan mati yang menguji batas kemampuan keduanya.

Deretan Pemain dan Karakter Kunci

Film ini diperkuat oleh sejumlah aktor dengan akting solid. Liam Hemsworth tampil sebagai Sersan J.J. Kinney “Playboy”, prajurit pemula yang dipaksa menjadi pahlawan. Russell Crowe mengambil peran sebagai Kapten Eddie Grimm “Reaper”, operator drone yang menjadi mata dan telinga Kinney dari jarak jauh.

Selain itu, film ini juga menampilkan Luke Hemsworth, Milo Ventimiglia, dan Ricky Whittle sebagai anggota tim Delta Force lainnya. Chemistry antara Crowe dan Hemsworth menjadi salah satu kekuatan utama film ini, menampilkan hubungan mentor-murid yang tegang namun penuh rasa hormat.

Aksi Eksplosif dengan Alur Cerita Berbobot

Secara keseluruhan, Land of Bad berhasil menyajikan aksi perang yang brutal dan realistis. Efek visual drone dan rudal ditampilkan dengan sangat detail, menunjukkan bahwa anggaran sekitar 18-20 juta dolar AS digunakan secara efektif untuk menciptakan adegan-adegan megah. Film ini juga menawarkan perspektif baru tentang perang modern yang melibatkan teknologi drone secara signifikan.

Meski begitu, beberapa penonton mungkin merasakan alur 30 menit pertama yang terasa lambat. Premis ceritanya, yang melibatkan misi penyelamatan yang berujung kegagalan dan upaya bertahan hidup di garis musuh, juga disebut mengingatkan pada film-film seperti Behind Enemy Lines dan The Covenant. Namun, intensitas yang dibangun setelahnya mampu menutupi kekurangan tersebut. Film ini layak bagi pecinta genre perang, dengan skor rata-rata 7.4/10.

Fakta Menarik di Balik Produksi Film

Proses syuting Land of Bad dilakukan di Queensland, Australia, meskipun latar ceritanya mengambil lokasi di hutan Filipina. Pemilihan lokasi ini menunjukkan upaya tim produksi untuk menciptakan lingkungan yang meyakinkan.

William Eubank, sutradara film ini, sebelumnya dikenal lewat karyanya di genre sci-fi dan thriller seperti The Signal dan Underwater. Ini bukan pertama kalinya Russell Crowe berkolaborasi dengan keluarga Hemsworth; ia sebelumnya pernah bermain bersama Chris Hemsworth dalam proyek lain, menunjukkan hubungan baik antara aktor-aktor tersebut.

Land of Bad adalah film aksi militer yang intens dan penuh ketegangan. Fokus pada kerja sama tak terduga antara tentara di lapangan dan operator drone memberikan nuansa berbeda pada genre ini. Bagi penggemar film perang dengan aksi nonstop, Land of Bad patut masuk dalam daftar tontonan.

(RE)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda