Selasa, 18 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Maresca di Manchester City Dihajar Arsenal di Community Shield

Maresca di Manchester City saat kalah dari Arsenal
Manchester City membuka fase baru dengan kekalahan 3-0 dari Arsenal di Community Shield. (Ilustrasi: AI)

JAKARTA — Maresca di Manchester City langsung mendapat ujian pahit saat timnya kalah 3-0 dari Arsenal pada Community Shield, Minggu. Laga di Wembley itu memunculkan alarm dini soal kesiapan City menyambut musim baru, apalagi Pep Guardiola sudah pergi dan Rodri disebut segera rampung pindah ke Barcelona.

Memang, Community Shield bukan penentu arah musim. Namun, cara City bertahan di pertandingan itu membuat kekalahan tersebut terasa lebih berat dari sekadar hasil pramusim. Arsenal menang dengan nyaman, sementara City terlihat rapuh saat menghadapi serangan lawan.

Maresca di Manchester City dan beban penerus Guardiola

Menjadi pengganti Pep Guardiola selalu sulit. Bukan cuma karena nama besar sang pelatih, tapi juga karena gaya main Guardiola yang sangat khas dan terus berubah dari musim ke musim. Itulah beban yang ikut menempel pada siapa pun yang mencoba melanjutkannya.

Enzo Maresca memang pernah menjadi asisten Guardiola di Manchester City pada 2022-23. Gaya latihannya juga disebut terinspirasi Guardiola. Tapi keduanya tidak identik, dan jarak itu terasa dalam laga melawan Arsenal.

City gagal memperlihatkan ketenangan yang biasanya jadi ciri mereka. Dalam pertandingan itu, pertahanan mereka justru terlihat mudah ditembus. Satu momen buruk menyusul momen lain. Tidak rapi.

Kenapa kekalahan ini terasa lebih serius

Ada beberapa alasan kenapa hasil ini langsung memicu perhatian. Pertama, ini terjadi saat City masih berada di fase awal menata ulang tim. Kedua, lawan mereka bukan klub sembarangan, melainkan Arsenal yang berstatus juara liga. Ketiga, kondisi pramusim Arsenal disebut jauh lebih ringan dibanding City.

Di atas kertas, itu memang masih bisa diperdebatkan sebagai konteks. Tapi di lapangan, kualitas bertahan City tetap jadi sorotan utama. Skor 3-0 bukan sekadar kalah. Itu margin yang memberi sinyal bahwa struktur permainan mereka belum menyatu.

Rodri juga ikut memberi bayangan besar dalam cerita ini. The Guardian menulis ia akan segera menuntaskan kepindahannya ke Barcelona, dan absennya nama penting di tengah lapangan seperti itu membuat proses pembenahan City terasa makin rumit.

Dampaknya ke musim City dan persaingan di Inggris

Soalnya, City tidak sedang kalah dalam laga biasa. Mereka kalah di pertandingan yang biasanya dipakai untuk mengukur kesiapan mental dan taktik sebelum liga dimulai. Hasil seperti ini memang tak selalu berbanding lurus dengan performa sepanjang musim. Tapi start yang buruk sering menyisakan pertanyaan yang sulit dihapus begitu saja.

Buat City, masalahnya bukan cuma skor. Yang lebih mengganggu adalah cara mereka kalah. Jika pertahanan mudah dibongkar sejak pertandingan pembuka, tekanan pada Maresca bakal cepat naik. Dan di liga yang ritmenya padat, celah kecil bisa berubah jadi masalah besar.

Buat Arsenal, kemenangan ini tentu menambah rasa percaya diri. Mereka menutup laga dengan efisien, tanpa banyak drama. City, sebaliknya, pulang dengan pekerjaan rumah yang jelas: menata ulang lini tengah, memperbaiki organisasi bertahan, dan menemukan ulang identitas yang selama ini jadi kekuatan utama mereka.

The Guardian menilai ini sebagai awal yang “mengejutkan buruk” untuk Maresca di Manchester City. Kalimat itu terasa pas melihat bagaimana timnya runtuh pada laga yang seharusnya menjadi pijakan awal, bukan alarm darurat.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda