NORWALK — Pernahkah Anda berdiri di tepi Grand Canyon atau Niagara Falls, merogoh koin untuk melihat pemandangan melalui teropong berat berlapisan krom? Kemungkinan besar itu produk Tower Optical, perusahaan yang telah mendominasi scenic overlook di Amerika Utara selama sembilan dekade.
Kini, untuk pertama kalinya dalam sejarahnya, Tower Optical menjual unit bersejarah tersebut kepada pembeli pribadi. Keputusan ini menandai perubahan signifikan bagi perusahaan keluarga yang berdiri sejak 1933.
Teropong Tower Optical tersebar di sekitar 400 lokasi di Amerika Serikat dan Kanada. Dari Statue of Liberty hingga Coit Tower di San Francisco, mesin-mesin ini telah menjadi bagian integral dari pengalaman wisata modern. Setiap unit dirancang untuk bertahan dalam kondisi ekstrem — salju tebal, panas menyengat, angin kencang — sambil tetap memberikan gambar jernih.
Perjalanan setiap teropong dicatat dengan teliti. Adam Rice, salah satu pemilik saat ini, menjelaskan bahwa lokasi dan riwayat setiap mesin dilacak secara manual selama puluhan tahun.
“Ada dua peta push-pin di kantor pusat yang sudah ketinggalan zaman, tetapi digunakan untuk melacak semua situs berbeda, dikode warna berdasarkan lokasi,” ujar Rice. “Beyond that, kami memiliki kartu fisik untuk setiap mesin yang merinci pemeliharaan dan keberadaannya.”
Kartu-kartu tersebut menceritakan kisah perjalanan mesin. Sebagai contoh, mesin nomor 507 diproduksi pada 1950-an. Catatan menunjukkan unit itu dikirim ke Staten Island Ferry pada 1961, kemudian Battery Park di New York City pada 1980-an, North Carolina Zoo pada 1990-an, dan terakhir ke Coit Tower di San Francisco.
Warisan Manufaktur yang Hilang
Tower Optical dimulai di bengkel mesin kecil di Norwalk, Connecticut, dan tetap dalam keluarga yang sama hingga 2025. Antara 1930-an dan 1980-an, perusahaan memproduksi kira-kira 2.000 unit, dengan setiap komponen dirakit tangan di pabrik Norwalk. Mesin-mesin asli dari dekade 1930-an dan 1940-an masih berdiri di sana.
Namun proses manufaktur asli mungkin akan hilang selamanya. Rice bercerita, “Saya telah mencoba memahami proses manufaktur asli, tetapi tidak ada orang yang tersisa yang tahu bagaimana mereka dibuat pada awalnya.” Di gudang perusahaan, ada sekitar 5.000 meter persegi ruang yang penuh dengan mesin bubut dan penggiling dari 1930-an dan 1940-an.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.