Di sepanjang rute, iring-iringan tidak hanya diisi oleh orasi. Kesenian lokal hadir menyemarakkan suasana. Ondel-ondel khas Betawi bergoyang dengan lincah, berpadu harmonis dengan alunan musik angklung yang menenangkan.
Tak jauh dari sana, sekelompok pemuda Papua mempertunjukkan tarian tradisional yang penuh energi, menyedot perhatian warga yang kebetulan melintas. Perpaduan budaya ini menjadi cerminan bahwa Indonesia tetap utuh justru karena perbedaan yang ada.
Mahasiswa yang hadir terus mengingatkan kawan sebaya mereka agar tetap tenang dan dewasa dalam berdemokrasi. Isu-isu provokatif yang sering berseliweran di ruang digital sering kali memancing perpecahan. Para peserta kirab ini ingin menjadi antitesis dari narasi pecah belah tersebut. Mereka mengajak publik untuk tidak mudah percaya pada hoaks yang justru menggerogoti stabilitas nasional.
Bagi Raja dan rekan-rekannya, persatuan adalah modal mutlak untuk menjawab tantangan masa depan yang makin tak terduga. Semangat yang tumpah ruah di jalanan Jakarta hari ini diharapkan tidak hanya berhenti saat peserta membubarkan diri.
Mereka ingin semangat menjaga toleransi ini tetap hidup di ruang kuliah, kantor, hingga pelosok desa. Ke depan, langkah-langkah nyata pasca-kirab sudah dinanti publik sebagai pembuktian bahwa komitmen mereka bukan sekadar angin lalu.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.