WASHINGTON — kasus David Hearn belum benar-benar selesai meski jaksa federal di Washington, D.C., sudah mencabut dakwaan feloni terhadap mantan atlet Olimpiade berusia 67 tahun itu. Jaksa U.S. Attorney Jeanine Pirro kini meminta hakim menutup perkara, tetapi tetap membuka pintu untuk menuntut Hearn lagi jika muncul bukti baru.
Dampaknya jelas. Jika hakim mengabulkan permintaan Hearn untuk menghentikan perkara dengan prejudice, pemerintah akan sulit menghidupkan kembali dakwaan feloni atas insiden yang terkait dengan Lincoln Memorial Reflecting Pool. Jika tidak, kasus ini bisa kembali ke dewan juri.
Kursi hakim masih menentukan arah kasus David Hearn
Dalam berkas pengadilan pada Selasa malam, kantor Pirro menyatakan bahwa bukti lain bisa saja muncul belakangan. Mereka menolak anggapan bahwa kemungkinan dakwaan diajukan ulang sudah cukup untuk disebut sebagai pelecehan penuntutan.
“Should the case be re-presented to a grand jury based on newly discovered evidence, any re-indictment of the case would not constitute harassment,” bunyi berkas itu. Kantor Pirro juga menulis, “Should the case be re-presented, the grand-jury process provides extensive protection to the defendant.”
Tim hukum Hearn menyebut ancaman dakwaan baru sebagai “prosecutorial harassment.” Mereka meminta hakim menolak kemungkinan perkara dihidupkan lagi dan menutup kasus secara final.
Hearn, yang oleh berkas itu disebut mantan atlet Olimpiade, sebelumnya dituduh merusak Reflecting Pool di Lincoln Memorial. Namun, jaksa juga mengakui bahwa saksi awal di lapangan belum memberikan informasi lengkap ketika kasus mulai berjalan.
Jaksa akui ada masalah pada instalasi
Kantor Pirro mengakui sealant biru “American flag blue” yang diminta Trump mulai mengelupas “almost immediately” setelah pekerjaan renovasi selesai. Berkas itu juga menyebut kontraktor menerima lebih dari $14 million untuk pekerjaan yang justru meninggalkan “widespread damage.”
Di titik ini, narasi vandalism mulai goyah. Kementerian Dalam Negeri AS, menurut berkas tersebut, baru kemudian menyimpulkan bahwa kerusakan itu berasal dari pemasangan yang keliru, bukan vandalisme.
“The Department of Interior provided less than fulsome information at the outset of this case,” kata kantor Pirro. Kesimpulan itu baru muncul setelah dakwaan diajukan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.