Kamis, 20 Agustus 2026 WIB
BREAKING
OLAHRAGA

Paul Pogba Resmi Berpisah dengan AS Monaco, Karier Segera Berakhir?

Paul Pogba saat masih berseragam AS Monaco di lapangan latihan
Paul Pogba resmi berpisah dengan AS Monaco setelah hanya mencatatkan 6 penampilan sejak 2025. (Ilustrasi: AI)

Petualangan Paul Pogba di sepak bola Prancis resmi menemui titik nadir. Gelandang berusia 33 tahun itu sepakat mengakhiri kontraknya lebih cepat dengan AS Monaco pada Rabu, 19 Agustus 2026. Keputusan ini datang secara tiba-tiba, memangkas durasi kontrak yang sejatinya baru berakhir pada Juni 2027.

Kabar perpisahan ini mencuat hanya beberapa hari sebelum kompetisi Ligue 1 musim baru dimulai. Manajemen AS Monaco memilih menyudahi kerja sama yang baru terjalin sejak musim panas 2025 tersebut. Publik pun bertanya-tanya, apakah ini menjadi akhir dari perjalanan panjang seorang pemenang Piala Dunia di lapangan hijau?

Bayang-Bayang Cedera yang Tak Kunjung Hilang

Nama besar Pogba tak menjamin menit bermain yang melimpah. Selama membela panji Les Rouge et Blanc, ia lebih banyak menghabiskan waktu di ruang perawatan ketimbang merumput. Catatan statistik berbicara pahit; hanya ada 6 penampilan yang berhasil ia bukukan selama lebih dari setahun masa kontraknya.

Tubuh Pogba seolah tak lagi bisa diajak berkompromi. Puncaknya terjadi saat sesi latihan pramusim beberapa waktu lalu. Cedera otot kambuhan kembali menghantam saat ia berupaya memulihkan kebugaran penuh. Kejadian inilah yang menjadi titik balik, memaksa kedua pihak untuk duduk bersama dan mencapai mufakat demi mengakhiri ikatan profesional mereka.

Pihak klub sendiri tidak menjelaskan secara rinci mengenai kondisi medis terkini Pogba, namun mereka menyatakan rasa terima kasih atas profesionalisme yang ditunjukkan sang gelandang selama menetap di Kerajaan Monaco. Bagi Monaco, mempertahankan pemain yang terus-menerus berkutat dengan masalah fisik tentu menjadi beban finansial dan teknis yang tidak ideal untuk mengarungi musim yang ketat.

Memori Kelam dan Harapan yang Kandas

Menengok ke belakang, kehadiran Pogba di Monaco sebenarnya sempat memantik optimisme. Setelah masa-masa sulit akibat sanksi larangan bermain terkait kasus doping pada 2023, Monaco menjadi pelabuhan harapan baginya. Klub tersebut memberinya ruang untuk menata kembali karier yang sempat hancur lebur.

Dalam pernyataan resminya, Pogba mengungkapkan sisi emosional dari perpisahan ini. Ia menyebut AS Monaco sebagai klub luar biasa yang tetap memberikan pintu terbuka saat banyak pihak mungkin sudah melupakannya. “Meskipun saya tidak bermain sebanyak yang saya harapkan, saya akan selalu bersyukur atas kesempatan untuk mengenakan seragamnya,” tulis Pogba di laman resmi klub.

Namun, rasa syukur saja rupanya tidak cukup untuk menopang intensitas sepak bola modern. Dunia sepak bola telah berubah drastis sejak ia membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 2018. Kecepatan, daya tahan, dan ritme permainan kini menuntut fisik yang prima, sesuatu yang sangat sulit dipertahankan oleh pemain di usia 30-an dengan riwayat cedera yang panjang.

Kini, telepon agennya kemungkinan besar akan sepi. Belum ada klub yang berani mengambil risiko untuk meminang pemain dengan kondisi kebugaran yang masih tanda tanya besar. Spekulasi mengenai masa depan Pogba pun mulai meruncing di kalangan pengamat sepak bola Eropa.

Banyak penggemar setianya di media sosial mulai menyuarakan satu hal: gantung sepatu. Mereka berpendapat bahwa pensiun dini adalah jalan paling terhormat daripada harus terus-menerus terjebak dalam siklus cedera yang merusak warisan legendarisnya.

Sampai saat ini, Pogba belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana masa depannya. Apakah ia akan mencari tantangan baru di liga yang lebih santai, atau mungkin memutuskan untuk menutup buku sepenuhnya dari karier profesional, hanya waktu yang bisa menjawab.

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda