Kamis, 20 Agustus 2026 WIB
BREAKING
HUKUM KRIMINAL

Sindikat Kartu Pokémon Rugikan 25 Korban Thailand Rp152 Juta

Sindikat Kartu Pokémon Rugikan 25 Korban Thailand Rp152 Juta
Sindikat Kartu Pokémon Rugikan 25 Korban Thailand Rp152 Juta

BANGKOK — Seorang pria bernama “Mr. Mor” berhasil menjalankan penipuan kartu Pokémon terbesar di Thailand dengan 25 korban dan kerugian total melebihi 5 juta baht (sekitar Rp2,1 miliar). Polisi Thailand memproses kasus ini setelah korban melaporkan ke Economic Crime Suppression Division minggu lalu.

Pokok Peristiwa

Salah satu korban, seorang anak laki-laki berusia 11 tahun, kehilangan lebih dari 1 juta baht setelah mengirimkan pembayaran untuk kartu Pokémon langka yang tidak pernah tiba. Nilai uang tersebut setara dengan Rp424 juta.

Modus operandi Mr. Mor cukup terstruktur. Menurut Bangkok Post, dia memulai dengan menawarkan jasa sourcing kartu Pokémon dan koleksi berharga lainnya dari luar negeri kepada komunitas kolektor lokal dan pedagang trading card Thailand.

Fase awal sangat lancar. Dia berhasil memenuhi pesanan pertama dengan mengantarkan produk asli tepat waktu. Kepercayaan itu dibangun dengan teliti selama berbulan-bulan, membuat namanya bereputasi solid dalam komunitas trading Thailand.

Tapi kepercayaan adalah kunci yang dia tunggu. Setelah reputasi tertanam kuat, Mr. Mor mulai menerima pesanan yang jauh lebih besar dan mahal dari para korban.

Konteks

Masalah dimulai ketika dia tiba-tiba berhenti mengirimkan barang. Dia memberikan alasan bahwa bea cukai, pajak, dan pembatasan impor menyebabkan penundaan pengiriman. Alasan itu terdengar masuk akal di awal.

Namun tidak lama kemudian, Mr. Mor sepenuhnya menghilang. Dia memutus semua komunikasi dan menutup halaman Facebook yang digunakan untuk berjualan. Uang dari puluhan pelanggan menguap bersama kepercayaan yang dia bangun.

Salah satu korban, seorang pedagang berusia 15 tahun, menceritakan kepada Khaosod bahwa transaksi pertamanya dengan Mr. Mor sukses. Keberhasilan itu membuat dirinya merekomendasikan pria tersebut kepada rekan-rekan komunitasnya. Justru rekomendasi ini yang memperluas jangkauan penipuan.

Dampak dan Langkah Berikutnya

Sang remaja mencatat bahwa kecurigaan baru muncul ketika anggota komunitas mulai mengajukan pesanan dalam jumlah jauh lebih besar dibanding sebelumnya.

Korban lain, seorang kolektor berusia 23 tahun, melaporkan kerugian mencapai 640 ribu baht (sekitar Rp270 juta). Sebelum memutuskan komunikasi, Mr. Mor menjanji untuk mencari kartu Umbreon langka dengan harga di bawah pasar untuk pemuda itu—janji yang tidak pernah ditepati.

Mayoritas korban adalah kolektor muda yang membeli dan menjual kartu trading untuk hobi atau sebagai sumber penghasilan tambahan. Beberapa di antaranya baru menyadari mereka ditipu setelah berminggu-minggu menunggu pengiriman tanpa update.

Wakil korban sudah mengajukan laporan formal ke Economic Crime Suppression Division Thailand untuk mengejar tuntutan hukum. Polisi kini mengejar identitas sebenarnya dari “Mr. Mor” dan kemungkinan modus serupa di negara lain.

(AN)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda