ABUJA — wabah Ebola di Kongo telah melampaui 5.000 kasus terkonfirmasi dan kini menjadi salah satu wabah penyakit mematikan terbesar yang pernah tercatat. Kementerian Kesehatan Kongo pada Minggu mencatat 5.021 kasus, termasuk 2.378 kematian.
Wabah ini dipicu virus Bundibugyo, jenis Ebola langka yang belum memiliki vaksin atau perawatan yang disetujui. Situasinya membuat otoritas kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, tetap waspada penuh.
Virus langka, dampaknya besar
Bundibugyo bukan nama yang sering muncul dalam pembahasan Ebola. Tapi kali ini, virus itu mencatatkan sejarah kelam: ini menjadi wabah terburuk yang disebabkannya, sekaligus yang paling mematikan dalam sejarah Ebola di Kongo.
WHO bahkan memperingatkan wabah ini bisa melampaui krisis besar Ebola di Afrika Barat pada 2014-2016, yang menewaskan lebih dari 11.000 orang. Angka itu masih jadi pembanding utama ketika dunia menilai seberapa jauh penyebaran di Kongo akan berkembang.
Virus Bundibugyo pertama kali diidentifikasi saat wabah di Uganda barat pada 2007. Saat itu, 37 orang meninggal. Satu-satunya wabah lain yang diketahui terjadi di Kongo pada 2012. Keduanya jauh lebih kecil dibanding lonjakan kasus yang sekarang.
Bagaimana penularannya
Ebola adalah penyakit langka tetapi kerap fatal. Virusnya diyakini berasal dari hewan, lalu bisa berpindah ke manusia lewat kontak dengan hewan terinfeksi.
Dari manusia ke manusia, penularan terjadi lewat kontak langsung dengan darah atau cairan tubuh lain dari orang yang sakit atau yang sudah meninggal akibat Ebola. Virus ini juga bisa menyebar lewat benda yang terkontaminasi cairan itu.
Beda dengan penyakit pernapasan seperti COVID-19, Ebola tidak umumnya menyebar lewat udara. WHO juga menyebut orang yang terinfeksi tidak menularkan virus sebelum gejala muncul. Gejalanya bisa muncul dalam rentang dua sampai 21 hari setelah terpapar.
Masalahnya, Ebola sering sulit dibedakan dari penyakit infeksi lain tanpa tes laboratorium. Gejala awalnya mirip malaria dan tipus. Ini membuat deteksi dini jadi sangat penting.
Kosongnya opsi vaksin dan obat khusus
Untuk jenis Ebola yang lebih umum, vaksin dan terapi antibodi sudah dikembangkan. Namun, untuk Bundibugyo, keduanya belum disetujui.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.