Jumat, 21 Agustus 2026 WIB
BREAKING
LIFESTYLE

Pertama di Dunia, Dokter China Berhasil Sambung Kedua Kaki Pasien

Dokter melakukan operasi penyambungan kaki pasien di ruang operasi Suzhou Ruihua
Operasi penyambungan kaki yang berhasil mengembalikan mobilitas pasien di Suzhou Ruihua Orthopedic Hospital (ilustrasi). (Ilustrasi: AI)

Seorang pria berusia 51 tahun bernama Jiang kini mencatatkan diri dalam sejarah medis dunia. Kedua kakinya yang sempat terputus akibat kecelakaan kerja di sebuah pabrik, berhasil disambung kembali melalui operasi mikrokirurgi yang sangat rumit. Kini, ia sudah bisa berdiri dan melangkah dengan bantuan alat, sebuah pencapaian yang sebelumnya dianggap mustahil oleh banyak ahli bedah.

Kecelakaan nahas itu terjadi pada 2 Desember 2024. Jiang mengalami cedera parah saat kakinya terpotong oleh mesin pabrik. Ia segera dilarikan ke Suzhou Ruihua Orthopedic Hospital, sebuah rumah sakit yang terletak sekitar 100 kilometer di barat Shanghai.

Di sana, tim dokter langsung mengambil keputusan berani untuk menyambung kedua paha Jiang dalam operasi maraton yang memakan waktu hingga delapan jam.

Terobosan Baru Mikrokirurgi

Kasus Jiang bukanlah operasi penyambungan anggota gerak biasa. Jiangsu Trauma and Treatment Association mengonfirmasi bahwa prosedur ini merupakan yang pertama kalinya berhasil di dunia dengan hasil pasien mampu kembali berjalan.

Selama ini, dokter di berbagai negara memang pernah sukses menyambung satu kaki yang putus, namun belum ada catatan medis yang mendokumentasikan keberhasilan penyambungan dua paha sekaligus yang berujung pada kemampuan mobilitas pasien.

Pihak asosiasi trauma setempat mengungkapkan kebanggaannya melalui media sosial pada 14 Agustus lalu. Mereka menegaskan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata keahlian mikrokirurgi trauma di China telah melompat jauh dan mencapai tingkat terdepan di dunia medis global.

Bukan sekadar menyambung jaringan, operasi ini melibatkan rekonstruksi tulang, otot, hingga saraf yang hancur berkeping-keping.

Namun, jalan menuju pemulihan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Jiang harus melewati masa-masa kritis pascaoperasi dengan tantangan medis yang sangat berat.

Salah satu hambatan besar adalah nekrosis kulit, kondisi di mana aliran darah yang tersumbat menyebabkan kematian jaringan di sekitar area operasi. Selain itu, ia juga mengalami patah tulang komminuted, di mana struktur tulangnya hancur menjadi serpihan kecil akibat benturan mesin.

Pemulihan yang Panjang

Proses pemulihan Jiang berlangsung berbulan-bulan. Tim medis harus bekerja ekstra keras untuk menstabilkan kondisi tulang dan jaringan yang tersambung. Baru pada Maret 2025, dokter akhirnya bisa melepas alat penstabil tulang—perangkat logam berisi sekrup dan pin yang selama ini menahan struktur kaki Jiang agar tidak bergeser saat proses penyatuan tulang berlangsung.

Kini, visualisasi pemulihan Jiang terlihat nyata melalui foto-foto terbaru yang dirilis pihak rumah sakit. Pria tersebut tampak berdiri dengan bantuan alat bantu jalan. Meski jejak luka operasi masih terlihat jelas melintang di sepanjang kakinya, progres ini dianggap sebagai keajaiban kecil.

Li Changsong, Direktur Departemen Trauma Ortopedi di rumah sakit tersebut, melihat adanya potensi besar bagi Jiang untuk terus berkembang.

Menurut Li, target jangka panjang tim medis adalah membantu Jiang agar bisa mengurangi ketergantungan pada alat bantu mobilitas.

Meski tim dokter belum berani memasang target waktu kapan Jiang bisa melangkah sepenuhnya tanpa bantuan alat, perkembangan saraf dan kekuatan ototnya menunjukkan tren positif.

regenerasi saraf yang berlangsung perlahan menjadi kunci utama agar ia bisa mengendalikan gerak kakinya kembali dengan normal.

Kasus Jiang memberikan secercah harapan baru bagi ribuan orang di seluruh dunia yang mengalami cedera ekstrem serupa. Keberhasilan tim dokter di Suzhou ini sekaligus meruntuhkan batasan medis yang selama ini membatasi tindakan operatif pada trauma anggota gerak ganda.

Kini, perhatian dunia medis tertuju pada kemampuan Jiang untuk terus memulihkan fungsi kakinya, yang akan menjadi bahan studi penting bagi perkembangan teknik bedah masa depan.

(AP)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda

TRENDING Kalender Jawa Hari Ini 21 Agustus 2026: Weton, Pasaran, Neptu & Karakter Karir