Jumat, 21 Agustus 2026 WIB
BREAKING
INTERNASIONAL

Tekanan Trump ke Iran Bisa Dibatasi Bank China, Kata Lipsky

Tekanan Trump ke Iran dibatasi bank China
Josh Lipsky menilai tekanan Trump ke Iran bisa berhenti sebelum bank-bank China ikut tersentuh, menurut Bloomberg. (Ilustrasi: AI)

Buat pelaku pasar global, kombinasi antara tekanan ke Iran dan posisi fiskal AS yang rapuh memberi satu pesan yang sama. Ruang manuver Washington tidak sebebas yang terlihat di podium. Investor akan terus menimbang apakah langkah-langkah yang diumumkan benar-benar diarahkan ke hasil, atau sekadar unjuk sikap yang berhenti sebelum menyentuh titik paling mahal.

Tarif AS-Kanada ikut masuk hitungan

Di wawancara yang sama, Lipsky juga membahas negosiasi tarif yang masih berjalan antara AS dan Kanada. Bloomberg tidak merinci hasil pembicaraan itu, tetapi penyebutan isu ini menunjukkan satu hal: tekanan ekonomi Amerika sedang berlangsung di banyak meja sekaligus.

Tarif, sanksi, dan utang saling berkait. Saat satu kanal memanas, kanal lain ikut terbaca pasar. Karena itu, pembahasan Lipsky soal Iran tidak berdiri sebagai isu tunggal, melainkan bagian dari peta besar kebijakan ekonomi Washington yang sedang diuji di beberapa arah sekaligus.

Bloomberg menayangkan komentar Lipsky itu dalam Balance of Power, dengan Kailey Leinz sebagai pewawancara. Dari sana, gambaran yang muncul bukan sekadar soal Iran, melainkan soal sejauh mana Trump dan timnya berani mendorong tekanan ekonomi tanpa memicu biaya balasan yang lebih besar dari yang mereka inginkan.

Dan di titik itu, bank-bank China tampak menjadi batas yang paling diperhitungkan.

Halaman:12Semua Halaman

(ZA)

📲
Ikuti JournalArta News di Telegram

Dapatkan berita terbaru Bangka Belitung & nasional langsung di Telegram Anda. Gratis, no spam.

💬 Follow @journalartanews →
Bagikan: Facebook Twitter Telegram

Artikel Untuk Anda