YOGYAKARTA — pagelaran wayang kulit yang digelar PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) atau InJourney Destination Management (IDM) pada Jumat (21/8) malam bukan sekadar pentas semalam suntuk.
Di Lapangan Rakai Pikatan, Kalasan, Sleman, Yogyakarta, acara itu diposisikan sebagai ruang perjumpaan warga, pelaku seni, dan pengelola destinasi untuk merawat budaya sekaligus menjaga kedekatan dengan masyarakat sekitar.
Pementasan yang dihadirkan dalam rangka HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia itu menampilkan dalang Ki Gadhing Pawukir Seno Saputro dengan lakon Wahyu Katentreman. PT TWC memilih perayaan yang dekat dengan warga, gratis untuk masyarakat sekitar Prambanan dan Kalasan, sambil memberi panggung bagi seni tradisi yang punya akar kuat di Yogyakarta.
Wayang kulit jadi ruang temu warga dan pengelola destinasi
Direktur Operasi IDM Indung Purwita Jati mengatakan pertunjukan berkala tiap tahun ini hadir sebagai ruang perjumpaan antara perusahaan dengan masyarakat sekitar, komunitas seni budaya, dan berbagai pemangku kepentingan. Ia menegaskan, perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni, tetapi harus terasa di lingkungan tempat perusahaan beroperasi.
“Melalui pertunjukan ini, kami berupaya menghadirkan perayaan kemerdekaan yang dekat dengan masyarakat sekaligus menegaskan pentingnya menjaga warisan seni budaya sebagai bagian dari identitas dan jati diri bangsa,” katanya di Yogyakarta, Sabtu.
Ucapan itu memberi gambaran jelas soal arah kegiatan yang dibawa IDM. Bagi perusahaan pengelola kawasan candi dan destinasi budaya, pertunjukan seperti ini bukan hanya agenda hiburan tahunan. Ada pesan yang lebih luas: destinasi wisata dan warisan budaya bisa berjalan bersama, tanpa memisahkan pengunjung dari warga yang tinggal di sekitarnya.
Indung juga menyebut pagelaran wayang kulit di Lapangan Rakai Pikatan menjadi bagian dari upaya memperkuat engagement dengan masyarakat di sekitar kawasan destinasi. Caranya lewat ruang partisipasi, interaksi, dan kebermanfaatan bersama. Di lapangan terbuka, nilai itu terasa konkret. Warga datang, menonton, berbincang, lalu pulang dengan pengalaman yang tidak datang dari layar ponsel.
Lakon Wahyu Katentreman dan makna kemerdekaan
Pilihan lakon Wahyu Katentreman punya hubungan langsung dengan tema HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, yakni “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Menurut Indung, secara filosofis Wahyu Katentreman dimaknai sebagai wahyu atau anugerah yang membawa ketenteraman, kedamaian, dan kesejahteraan.

📝 Tinggalkan Komentar
Komentar sebagai . Ditinjau admin sebelum tampil.